Panel diskusi yang menghadirkan Hasan El Sagher (Al-Azhar) dan Mukhlis Hanafi (Kemenag RI) menyepakati satu hal krusial: masa depan kebijakan publik harus berbasis Edukasi Ekologis.
Keduanya menekankan perlunya penggalian kontekstual terhadap Al-Qur’an dan Sunnah agar agama kembali menjadi solusi konkret bagi krisis global, bukan sekadar simbol ritual.
Hadirnya tokoh-tokoh seperti Abbas Shouman dan Amany Lubis semakin memperkuat legitimasi bahwa isu lingkungan kini menjadi prioritas utama otoritas keagamaan tertinggi di dunia.(*)
