Dunia Terperangah, Swasembada RI Paksa Harga Beras Global Turun Tajam 44 Persen

Mentan-Amran-Sulaiman-Swasembada-Beras
Menteri Pertanian Amran Sulaiman paparkan data swasembada beras Indonesia 2025 yang menekan harga pangan dunia hingga 44 persen di Rakernas Apkasi. Foto: Kementan RI

CIREBONINSIDER.COM–Indonesia kini bukan lagi sekadar pasar bagi eksportir pangan dunia, melainkan penentu arah harga komoditas global.

Keberhasilan RI mencapai swasembada beras pada 2025 secara dramatis menekan harga beras internasional hingga terkoreksi 44 persen, sebuah pencapaian yang memicu decak kagum negara-negara maju.

​Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, memaparkan data mengejutkan. Harga beras dunia yang sempat bertengger di angka 660 dolar AS per ton, kini anjlok ke level 368 dolar AS per ton.

Baca Juga:Negara 'Gaji' Petani Korban Bencana: Strategi Mentan Amran Pulihkan 98 Ribu Hektare Sawah di SumateraMentan Amran Siapkan Rp6,5 Triliun ‘Operasi Darurat’ Pulihkan Lumbung Pangan Sumatera

​”Ini dampak langsung dari penghentian impor oleh Indonesia. Kita memberi tekanan positif pada pasar global,” ujar Amran di hadapan para Bupati dalam Rakernas Apkasi di Batam, Senin (19/1/2026).

​Diplomasi Pangan: Negara Maju Mulai ‘Berguru’ ke Indonesia

​Efek domino swasembada ini tidak hanya terasa di lantai bursa komoditas, tapi juga di meja diplomasi.

Fenomena unik terjadi ketika negara-negara dengan teknologi pertanian canggih—seperti Jepang, Kanada, Australia, hingga Rusia—justru datang ke Indonesia untuk mempelajari “resep” kedaulatan pangan nasional.

​Amran menyebut momentum ini sebagai sejarah baru. “Negara maju pertama kali menginjakkan kaki di sini untuk belajar. Mereka bertanya, bagaimana Indonesia bisa melompat ke peringkat dua dunia dalam pertumbuhan produksi?” ungkapnya.

​Rekor 2025: Melampaui Kebutuhan Nasional

​Data Food Outlook June 2025 yang dirilis FAO mempertegas posisi Indonesia. RI mencatatkan pertumbuhan produksi beras sebesar 4,5 persen, tertinggi kedua di dunia setelah Brasil (14,7 persen).​Secara statistik, fundamental pangan Indonesia tahun 2025 berada pada titik terkuatnya:

– ​Produksi Total: Mencapai 34,71 juta ton.

– ​Rasio Kecukupan: 111,2 persen (Melebihi kebutuhan konsumsi 31,19 juta ton).

– ​Cadangan Nasional: Stok di gudang Perum Bulog mencapai level tertinggi sejak 1969.

​Peran Strategis Bupati: Pahlawan di Balik Layar

​Mentan Amran secara khusus memberikan apresiasi kepada para kepala daerah. Menurutnya, swasembada ini mustahil tercapai tanpa pengawalan ketat dari para Bupati terhadap distribusi pupuk dan optimalisasi lahan di daerah.

Baca Juga:Unpad Resmikan Praise: Pusat Riset Ubi Jalar Kelas Dunia, Targetkan Swasembada Pangan NasionalSejarah di Karawang: Indonesia Swasembada Beras, Mentan Diganjar Bintang Jasa

​”Keberhasilan ini adalah amal jariyah para Bupati. Berkat kerja keras di daerah, harga pangan dunia turun. Indonesia tidak lagi bergantung pada bangsa lain,” tegas Mentan dengan nada optimis.

0 Komentar