2. Dilema Kebijakan Visa: Mencari titik keseimbangan antara pendapatan negara (visa fee) dengan daya saing di kawasan ASEAN.
3. Darurat Sampah dan Keamanan: Menjadikan pengelolaan sampah di destinasi sebagai prioritas utama demi menjaga citra nasional.
4. Pengunjung: Mencegah over-tourism untuk melindungi lingkungan dan memastikan praktik pariwisata yang etis.
Baca Juga:Akselerasi Transportasi Jabar: KAI-Pemprov Teken PKS, Luncurkan Kereta Kilat Pajajaran dan Wisata Jaka LalanaKementerian UMKM Targetkan 6.156 Desa Wisata Jadi Sentra Gastronomi, Siapkan KUR Rp300 T
5. Sertifikasi SDM: Melakukan upskilling masif bagi 25,91 juta tenaga kerja pariwisata agar berstandar global.
Menyongsong 2026: Strategi Tourism 5.0
Ke depan, Kemenpar mengurasi lima program unggulan yang lebih “berotot”. Indonesia mulai melirik segmen high-end travelers melalui pengembangan sektor seni, desain, dan tekstil, melampaui wisata bahari konvensional.
Digitalisasi melalui Tourism 5.0 akan menjadi mesin utama. Teknologi ini digunakan untuk mengintegrasikan data wisatawan dan mempermudah pemetaan pergerakan turis guna menghindari kepadatan di satu titik.
“Pariwisata harus menjadi kekuatan bersama yang menghadirkan kesejahteraan dan kebanggaan nasional,” tutup Widiyanti.(*)
