CIREBONINSIDER.COM – Wajah Kota Cirebon segera mengalami perubahan besar. Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon resmi memulai proyek penataan utilitas terpadu untuk memindahkan belantara kabel udara yang semrawut ke jaringan bawah tanah (underground).
Langkah ini diambil bukan sekadar urusan estetika, melainkan demi keamanan warga. Pasalnya, tim lapangan menemukan fakta mencengangkan: terdapat satu tiang yang dibebani hingga 20 kabel dari berbagai provider.
Target 17 Ruas Jalan Protokol
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menyatakan bahwa kondisi kabel di sejumlah jalur utama sudah masuk tahap memprihatinkan.
Baca Juga:Wali Kota Cirebon Warning Pejabat: Pakta Integritas 2026 Bukan FormalitasSektor Perikanan Kota Cirebon Pecahkan Rekor 2025, Lampaui Target hingga 155 Persen
“Dari sisi estetika kota sudah kurang nyaman. Kami ingin membenahi kabel-kabel yang melintang agar Cirebon lebih tertata,” ujarnya saat meninjau titik koordinasi di Cirebon, Senin (19/1).
Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), Pemkot telah menetapkan cetak biru penataan:
– Jangkauan: 15 hingga 17 ruas jalan utama di pusat kota.- Volume: Total panjang jalur mencapai 15 kilometer.- Prioritas: Kabel Fiber Optik (FO) dan koordinasi pemindahan kabel PLN serta pipa PDAM.
Satu Lubang untuk Semua (Manhole Terpadu)
Belajar dari proyek di kota lain, Effendi Edo menegaskan bahwa Cirebon akan menggunakan sistem utilitas terpadu. Tujuannya adalah mengakhiri fenomena “gali-tutup” lubang yang sering merusak trotoar dan mengganggu pengguna jalan.
”Kami sudah berkoordinasi dengan PLN dan PDAM agar jalurnya diseragamkan. Harapannya, cukup satu lintasan saja sehingga tidak ada bongkar pasang trotoar berulang kali,” tegasnya.
Antisipasi Gangguan di Lapangan
Meski pengerjaan fisik segera dimulai setelah proses administrasi rampung, Pemkot menyadari akan ada potensi hambatan lalu lintas. Masyarakat diimbau untuk bersabar selama masa transisi ini.
”Kami mohon maaf jika aktivitas di lapangan nantinya menimbulkan kemacetan. Ini adalah investasi jangka panjang untuk kenyamanan dan keselamatan warga Kota Udang,” tutup Effendi.
Baca Juga:Deadlock Musyawarah, UMK Kota Cirebon 2026 Akhirnya Diputuskan lewat Voting: Naik 6,7% Menjadi Rp2,87 JutaTembus Pasar Spanyol, Lapas Cirebon Transformasi Warga Binaan Jadi Eksportir dan Penopang Pangan
Langkah berani ini diharapkan menjadi solusi permanen atas risiko kabel menjuntai yang sering memicu kecelakaan, sekaligus mengembalikan keindahan arsitektur kota peninggalan sejarah ini. (*)
