Hapus Stigma Sekolah Murah, RI Kucurkan Rp26,24 Triliun Bangun Sekolah Rakyat Rasa Unggulan

Sekolah-Rakyat
Presiden Prabowo Subianto bersama jajarannya meresmikan Sekola Rakyat secara serentak di 34 provinsi yang secara simbolis dilaksanakan di BBPPKS Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026). Foto: Humad Setneg

​CIREBONINSIDER.COM – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) resmi menabuh genderang pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Tahap II.

Bukan proyek infrastruktur biasa, mega proyek senilai Rp26,24 triliun ini dirancang sebagai senjata pamungkas untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem di 32 provinsi melalui intervensi pendidikan hulu ke hilir.

​Menteri PU Dody Hanggodo mengungkapkan, proyek ini merupakan akselerasi pasca kesuksesan Tahap I yang telah merampungkan 166 sekolah per September 2025.

Baca Juga:Mensesneg Prasetyo Hadi Sebut Sekolah Rakyat 'Senjata Pamungkas' Lawan Kemiskinan EkstremResmikan 166 Sekolah Rakyat, Presiden Prabowo: Lebih Mulia Anak Petani Jujur daripada Koruptor Pintar!

Kini, pemerintah membidik 104 lokasi strategis di 102 kabupaten/kota dengan standar fasilitas yang menembus batas sekolah negeri konvensional.

​Infrastruktur Pendidikan Skala Masif: Skema Multiyears Jadi Kunci

​Menggunakan sokongan APBN 2025–2026, pembangunan SR Tahap II dipastikan tidak akan mangkrak.

Skema kontrak tahun jamak (multiyears) dipilih untuk menjamin durabilitas bangunan dan kesinambungan anggaran di tengah transisi ekonomi.

​”Misi ini sangat mulia. Kita tidak hanya membangun gedung, tapi membangun harapan agar anak-anak kurang mampu memiliki akses yang sama terhadap kualitas. Pendidikan adalah pemutus rantai kemiskinan paling efektif,” tegas Dody Hanggodo.

​Standar Mewah di Lahan 5 Hektar: Sekolah atau Kampus Terpadu?

​Menariknya, setiap unit Sekolah Rakyat Tahap II diwajibkan berdiri di atas lahan minimal 5 hektar.

Luasan ini jauh melampaui standar rata-rata sekolah menengah di kota besar, memungkinkan terciptanya ekosistem pendidikan mandiri yang meliputi:

– ​Hunian Terintegrasi: Penyediaan asrama bagi siswa dan guru untuk mengatasi hambatan geografis bagi peserta didik di wilayah terpencil.

Baca Juga:Prabowo Luncurkan 166 Sekolah Rakyat: Ikhtiar Memutus Rantai Kemiskinan dari BanjarbaruSekolah Rakyat di Kabupaten Cirebon Siap Dibangun, Wabup Jigus: Kita Gunakan Model Murni

– ​Fasilitas Premium: Laboratorium sains modern, perpustakaan digital, hingga sarana olahraga lengkap.

– ​Lingkungan Sehat: Kehadiran Ruang Terbuka Hijau (RTH) luas dan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) sebagai pilar kesejahteraan siswa selama menempuh pendidikan.

​Target ‘Sprint’: Siap Cetak Generasi Emas Juni 2026

​Kementerian PU menerapkan timeline ketat demi mengejar tahun ajaran baru. Pada Januari 2026, seluruh pondasi di 104 lokasi ditargetkan rampung serentak.

Puncaknya, pada Juni 2026, gedung-gedung ini dijadwalkan sudah berdiri tegak dan siap menerima siswa baru dari kalangan masyarakat miskin dan miskin ekstrem.

​Analisis: Mengapa Ini Penting?

​Langkah pemerintah menyasar sektor pendidikan dengan fasilitas “mewah” bagi warga miskin ekstrem adalah strategi high-stakes (pertaruhan tinggi).

0 Komentar