CIREBONINSIDER.COM – Pemerintah Kabupaten Indramayu mempertegas komitmennya dalam menjaga kedaulatan pangan nasional melalui penguatan sinergi strategis bersama Bank Indonesia (BI).
Kolaborasi ini difokuskan pada percepatan adopsi teknologi pertanian (Agroteknologi) guna memastikan produktivitas gabah Indramayu tetap menjadi pilar utama ekonomi regional dan nasional.
Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Bupati Indramayu, H. Syaefudin, saat menghadiri Upacara Pengukuhan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon di Cirebon, Rabu (14/1).
Baca Juga:Cirebon 2026: Melaju Lampaui Nasional, Sinergi BI-Pemkot Akselerasi Rekor Ekonomi DigitalLawan Kemiskinan dari Pekarangan: Sinergi Sekda Jabar dan Mahasiswa Unpad di Indramayu
Kehadiran Syaefudin mewakili Bupati Indramayu, Lucky Hakim, sekaligus menjadi momentum konsolidasi kebijakan ekonomi di wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan).
Modernisasi dan Digitalisasi Pertanian
Dalam keterangannya, Syaefudin menekankan bahwa predikat Indramayu sebagai produsen padi terbesar di Indonesia harus dibarengi dengan pembaruan sistem hulu ke hilir.
Ia mendorong BI Cirebon untuk memperluas jangkauan program pendampingan petani, terutama pada aspek digital farming dan akses pembiayaan yang inklusif.
”Indramayu adalah tumpuan pangan nasional. Kami berharap di bawah kepemimpinan yang baru, BI Cirebon semakin masif memberikan pendampingan teknis kepada petani,” ujar Syaefudin.
“Kita ingin mereka tidak hanya unggul dalam produksi, tapi juga melek teknologi dan memiliki akses sistem pembiayaan yang lebih mudah,” Imbuhnya.
Strategi Pengendalian Inflasi dan Ekonomi Digital
Selain sektor agraria, sinergi Pemkab Indramayu dan BI diarahkan pada penguatan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
Di tengah fluktuasi ekonomi global, stabilitas harga komoditas pokok menjadi prioritas untuk menjaga daya beli masyarakat.
Baca Juga:Putus Pihak Ketiga, Komisi III DPRD Indramayu Kawal Swakelola Parkir Pasar JatibarangWaspada Gejolak Harga Awal Tahun, Pemkab Indramayu Siapkan Strategi Khusus Amankan Stok Pangan 2026
Ada tiga poin krusial yang menjadi peta jalan kerja sama ke depan:
1. Resiliensi TPID: Memperketat pemantauan stok dan distribusi pangan untuk menekan laju inflasi.
2. Akselerasi Ekosistem Digital: Mempercepat implementasi QRIS dan sistem pembayaran non-tunai di pasar tradisional serta destinasi wisata untuk transparansi transaksi.
2. UMKM Naik Kelas: Transformasi digital bagi pelaku usaha lokal agar mampu menembus pasar ekspor dan rantai pasok nasional.
”Sinergi ini adalah kunci. Kita tidak hanya bicara soal stabilitas harga, tapi juga membangun ekosistem ekonomi yang transparan melalui digitalisasi pasar tradisional,” tambahnya.
