Mentan Amran Siapkan Rp6,5 Triliun ‘Operasi Darurat’ Pulihkan Lumbung Pangan Sumatera

Mentan-Andi-Amran-Sulaiman
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (kiri depan) dalam Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR RI di Senayan, Rabu (14/1/2026). Foto: Kementan RI

​CIREBONINSIDER.COM – Sektor pertanian di wilayah Utara dan Tengah Sumatera tengah berada di titik kritis pasca hantaman bencana hidrometeorologi akhir 2025 lalu.

Merespons kondisi ini, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bergerak cepat dengan menyiapkan skema pemulihan total senilai lebih dari Rp6,5 triliun. Anggaran jumbo tersebut untuk menyelamatkan nasib petani di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

​Dalam Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR RI di Senayan, Rabu (14/1/2026), Mentan Amran memaparkan strategi “dua jalur” untuk membangkitkan kembali lahan-lahan yang sempat lumpuh akibat banjir bandang dan tanah longsor.

Baca Juga:Perangi Mafia Pangan, Mentan Amran Sita 133 Ton Bombay Ilegal Terindikasi Bawa Bakteri PatogenSuntikan Rp50 Triliun Non-APBN, Amran Sulaiman Targetkan 5 Pabrik Pupuk Raksasa Rampung sebelum 2029

​Anggaran Jumbo demi Selamatkan 107 Ribu Hektare Sawah

​Data terbaru per 13 Januari 2026 menunjukkan skala kerusakan yang mengkhawatirkan. Sebanyak 107.324 hektare sawah terdampak, dengan rincian 29.095 hektare mengalami rusak berat dan 44,6 ribu hektare dinyatakan puso (gagal panen).

​”Kami berkomitmen penuh membantu petani bangkit. Saat ini, Rp1,49 triliun dari APBN 2026 sudah siap digulirkan. Namun, melihat skala kerusakan yang masif, kami mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp5,1 triliun lagi kepada DPR,” tegas Amran.

​Adapun rincian alokasi dana Rp1,49 triliun tahap awal akan difokuskan pada:

– ​Rehabilitasi Irigasi dan Lahan: Rp736,21 miliar.- ​Bantuan Benih dan Perkebunan: Rp119 miliar.- ​Alsintan dan Pupuk: Rp641,25 miliar.​Fokus Kerusakan Berat: Sinergi Lintas Sektoral

​Mentan Amran menggarisbawahi bahwa pemulihan tidak bisa dilakukan sendirian oleh Kementan, terutama lahan dengan kerusakan berat. Ia mendorong adanya kolaborasi strategis dengan kementerian lain.

​”Untuk sawah yang rusak berat, perlu sinergi dengan Kementerian ATR/BPN terkait penataan ruang dan Kementerian PUPR untuk perbaikan infrastruktur irigasi primer. Ini adalah kerja besar lintas sektor,” tambahnya.

​Poin Penting Usulan Tambahan Rp5,1 Triliun:

– ​Rp3,4 Triliun: Rehabilitasi tambahan lahan sawah.

– ​Rp674,7 Miliar: Penyediaan sarana dan prasarana tani.

– ​Rp262,8 Miliar: Pakan ternak (merespons kematian 820 ribu ekor ternak).

– ​Sisanya: Benih hortikultura, perkebunan, dan perbaikan gedung BPP.

Baca Juga:Strategi Mentan Amran Sulaiman Ubah Wajah Pertanian Indonesia: Dari Proyek ke Skala Bisnis GlobalMentan Amran Tegas Copot Eselon II dan III di Subang, Sewakan secara Ilegal Lahan Kementan 299 Hektare

​Kondisi Lapangan yang Dinamis

​Bencana ini tidak hanya merusak tanaman, tapi juga melumpuhkan infrastruktur pendukung. Kementan mencatat 2.300 unit alat mesin pertanian (alsintan) hilang, 152 kilometer jaringan irigasi hancur, dan 74 Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) rusak.

0 Komentar