Lawan Kemiskinan dari Pekarangan: Sinergi Sekda Jabar dan Mahasiswa Unpad di Indramayu

Tinjau-Mahasiswa-Unpad-KKN
Sekda Jawa Barat, Herman Suryatman (baju putih) meninjau langsung para mahasiswa Unpad yang tengah menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik di Desa Linggajati, Kabupaten Indramayu, Senin (12/1/2026). Foto: Humas Pemkab Indramayu

​CIREBONINSIDER.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus memacu akselerasi nyata dalam menekan angka kemiskinan dan stunting di wilayah pedesaan.

Langkah konkret ini ditegaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman, saat meninjau langsung para mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) yang tengah menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik di Desa Linggajati, Kabupaten Indramayu, Senin (12/1/2026).

​Kehadiran Herman bukan sekadar kunjungan formal, melainkan misi memperkuat sinergi antara dunia akademik dan kebijakan publik untuk menyelesaikan persoalan krusial di akar rumput.

Baca Juga:3.300 Mahasiswa Unpad KKNM di Indramayu-Sumedang, Sekda Jabar dan Lucky Hakim Perkuat Strategi Anti-MiskinKKN Mahasiswa PJJ PAI UIN SSC Beri Warna Baru, Latih Siswa SDN Pekalangan Pemanfaatan Canva

​Tiga Pilar Transformasi Desa

​Herman Suryatman menekankan bahwa ribuan mahasiswa yang diterjunkan ke lapangan bukan sekadar untuk memenuhi SKS.

Mereka mengemban misi strategis untuk meningkatkan kualitas hidup warga Jawa Barat melalui tiga fokus utama:

1. ​Akselerasi Pengentasan Kemiskinan: Membuka akses dan peluang ekonomi lokal yang inklusif.

2. ​Pencegahan Stunting: Pendampingan intensif terkait kesehatan dan gizi bagi keluarga berisiko.

3. ​Pengelolaan Sampah Terintegrasi: Menciptakan lingkungan desa yang bersih sekaligus memiliki nilai ekonomi.

​”Kami ingin kehadiran mahasiswa memberikan dampak yang terukur. Persoalan kemiskinan dan stunting tidak bisa diselesaikan hanya di balik meja; kita harus turun langsung ke lapangan,” tegas Herman.

​Gerakan 100 Ribu Bibit: Menjadikan Pekarangan sebagai ‘Dapur Hidup’

​Salah satu terobosan yang menjadi sorotan dalam kunjungan ini adalah optimalisasi lahan pekarangan. Sebagai langkah nyata, Pemprov Jabar menyiapkan sekitar 100.000 bibit cabai dan sayuran untuk didistribusikan selama masa KKN.

Baca Juga:Unpad Resmikan Praise: Pusat Riset Ubi Jalar Kelas Dunia, Targetkan Swasembada Pangan NasionalJabar 'All Out' di Indramayu: Ribuan Mahasiswa Unpad Diterjunkan Jadi Agen Perubahan Ekonomi dan Pendidikan

​Strategi ini dinilai taktis karena menyasar penghematan pengeluaran rumah tangga secara instan. Dengan memanfaatkan lahan sendiri, masyarakat dapat mengurangi ketergantungan pada fluktuasi harga pasar.

​”Kami mendorong kemandirian pangan di Indramayu. Jika setiap pekarangan menjadi produktif, beban ekonomi keluarga berkurang dan asupan gizi anak-anak lebih terjamin,” tambah Herman optimis.

​Kolaborasi Masif 2.635 Mahasiswa​Skala kolaborasi tahun ini tergolong masif. Kepala Bapperida Indramayu, Iin Indrayati, mengungkapkan bahwa sebanyak 2.635 mahasiswa Unpad disebar di 158 desa di 31 kecamatan di seluruh Indramayu.

​”Fokus kami tetap pada pengentasan kemiskinan. Melalui Bapperida, kami memastikan kebijakan pemerintah daerah sinkron dengan inovasi yang dibawa mahasiswa,” jelas Iin.

0 Komentar