“Untuk akomodasi di Makkah, kami sedang melakukan finalisasi detail kontrak. Kami optimistis dalam satu minggu ke depan seluruh urusan pemondokan di Tanah Suci akan tuntas 100 persen,” jelasnya.
Akselerasi Domestik dan Jalur Udara
Di sisi domestik, koordinasi lintas sektoral untuk kesiapan asrama haji, embarkasi, hingga slot penerbangan telah dimulai.
Kemenhaj bersinergi dengan Kementerian Perhubungan dan pengelola bandara guna memastikan alur keberangkatan jemaah Indonesia—sebagai salah satu kuota terbesar di dunia—berjalan tanpa hambatan (seamless).
Baca Juga:Transformasi Haji 2026: Kabinet Prabowo Perkuat Peran Petugas Perempuan dan Digitalisasi 'Kawal Haji'Nasib Dana Haji Khusus 8.000 USD Terkatung-katung, Kemenag Bongkar Biang Keladi 'Bottleneck'
Langkah preventif dan kebijakan yang berorientasi pada jemaah ini diharapkan mampu meningkatkan indeks kepuasan jemaah secara signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Kami berkomitmen menyelenggarakan haji 2026 secara profesional. Target kita bukan sekadar sukses angka, tapi memastikan jemaah beribadah dengan tenang, nyaman, dan meraih predikat haji mabrur,” pungkas Menhaj Irfan Yusuf.(*)
