CIREBONINSIDER.COM – Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mulai mengakselerasi persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Di bawah komando langsung Presiden Prabowo Subianto, musim haji kali ini mengusung misi krusial: transparansi radikal dan pengawasan ketat untuk mewujudkan operasional yang bersih dari penyimpangan.
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan mitigasi risiko struktural dengan mengintegrasikan unsur Aparat Penegak Hukum (APH) langsung ke dalam sistem tata kelola kementerian.
Baca Juga:Transformasi Haji 2026: Kabinet Prabowo Perkuat Peran Petugas Perempuan dan Digitalisasi 'Kawal Haji'Nasib Dana Haji Khusus 8.000 USD Terkatung-katung, Kemenag Bongkar Biang Keladi 'Bottleneck'
“Sesuai arahan Presiden, kami memastikan proses haji berlangsung akuntabel. Di internal Kementerian Haji, kami didampingi oleh personel dari KPK hingga Kejaksaan. Kehadiran mereka adalah jaminan bahwa setiap tahapan dikawal ketat guna menghindari celah maladministrasi,” tegas Irfan dalam konferensi pers di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (08/01).
Strategi Empat Pilar dan Penguatan Istithaah
Kemenhaj membedah fokus operasional tahun ini ke dalam Empat Pilar Utama Layanan:
– Ketepatan Waktu: Digitalisasi jadwal keberangkatan dan kepulangan untuk meminimalisir keterlambatan.
– Kualitas Layanan: Standarisasi fasilitas katering dan transportasi selama di Tanah Suci.
– Perlindungan Jemaah: Penguatan sistem keamanan dan mitigasi keadaan darurat bagi jemaah.
– Tata Kelola Akuntabel: Audit berlapis pada seluruh kontrak vendor untuk memastikan efisiensi anggaran.
Selain tata kelola, syarat istithaah (kemampuan) kesehatan jemaah kini menjadi parameter non-negosiasi.
“Kami memperketat skrining kesehatan sejak di tanah air. Tujuannya satu: memastikan jemaah dapat menjalankan rukun haji dengan prima dan pulang ke keluarga dalam kondisi sehat,” tambah Irfan.
Baca Juga:Biaya Haji 2026 Diteken Presiden, BPIH Tertinggi Tembus Rp93 Juta, Cek Rincian Bipih Jemaah per EmbarkasiPrabowo Gebrak Kemenhajum: Biaya Haji Wajib Turun dan Terobosan Kampung Indonesia di Mekah
Update Kesiapan di Arab Saudi: Kontrak Vital Capai Fase Final
Hingga minggu pertama Januari 2026, progres pengadaan layanan strategis di Arab Saudi menunjukkan capaian yang signifikan.
Berdasarkan laporan terbaru, layanan Transportasi dan Konsumsi/Katering telah rampung 100 persen dengan vendor-vendor yang telah terverifikasi.
Untuk sektor akomodasi, kesiapan di Madinah telah menyentuh angka 93 persen dan kini berada dalam tahap finalisasi administrasi.
Sementara itu, untuk akomodasi di Makkah, Kemenhaj sedang melakukan akselerasi kontrak akhir yang ditargetkan tuntas sepenuhnya dalam tujuh hari ke depan.
