Desakan Proaktif untuk Perbankan dan Pemerintah
Senada dengan temuan OJK, Anggota Komisi XI DPR RI, Shohibul Imam, menekankan bahwa efektivitas program KUR sangat bergantung pada implementasi di level akar rumput.
Ia mendesak perbankan dan pemerintah daerah untuk lebih proaktif menjemput bola, terutama bagi pelaku usaha di wilayah pinggiran Kuningan.
”DPR dan OJK harus memastikan bahwa kebijakan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat kecil. Serapan yang belum optimal di Kuningan menandakan adanya hambatan komunikasi yang harus segera diurai melalui pendampingan yang konsisten,” tegas Shohibul.
Baca Juga:Donat Batik Cirebon: DPPKBP3A Cirebon 'Suntik' Daya Saing UMKM Perempuan dengan Kearifan LokalStrategi Ekonomi Cirebon: 22 Koperasi Merah Putih Jadi Platform Utama UMKM, Akselerasi Inpres 17/2025
Peluang di Balik Tantangan
Meski angka outstanding KUR di Kuningan saat ini berada di posisi Rp687,54 miliar, OJK melihat kondisi ini sebagai peluang optimalisasi yang besar.
Kolaborasi antara OJK, DPR RI, dan perbankan nasional diharapkan mampu mengubah wajah UMKM Kuningan: dari yang semula skeptis terhadap birokrasi bank, menjadi pelaku usaha yang kompetitif, berdaya saing, dan merdeka dari jeratan utang ilegal.
Pintu perbankan tetap terbuka lebar, asalkan pelaku usaha berkomitmen memperbaiki tata kelola keuangan dan menjaga rekam jejak kredit mereka demi pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.(*)
