CIREBONINSIDER.COM – Sektor perikanan Kota Cirebon menutup tahun 2025 dengan capaian historis. Berdasarkan data terbaru, realisasi produksi di wilayah berjuluk “Kota Udang” ini meroket tajam hingga melampaui target yang ditetapkan, baik dari subsektor perikanan tangkap maupun budidaya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Cirebon, Elmi Masruroh, menegaskan bahwa performa gemilang ini merupakan hasil dari sinergi antara stabilitas operasional nelayan di laut dan efektivitas program stimulan yang dicanangkan pemerintah.
Eskalasi Masif di Perikanan Tangkap
Subsektor perikanan tangkap menjadi kontributor utama dalam lonjakan ini. Dari target awal sebesar 5.090,40 ton, para nelayan lokal berhasil mendaratkan total hasil tangkapan sebanyak 7.894,71 ton.
Baca Juga:Indramayu Targetkan Produksi Perikanan 527 Ribu Ton Diperkuat 6.074 Kapal dan 23.000 Ha LahanPemkab Indramayu 'Jemput Bola', Keruk Pelabuhan Dadap untuk Kejar Potensi Pusat Ekspor Perikanan
”Jika dikonversi ke persentase, capaian kita menyentuh 155,09 persen. Ini bukan sekadar angka, melainkan bukti eskalasi produktivitas nelayan Cirebon yang semakin tangguh,” ujar Elmi saat dikonfirmasi di Cirebon, Jumat (10/1).
Menurut Elmi, faktor cuaca yang bersahabat sepanjang tahun serta optimalisasi teknologi armada tangkap menjadi kunci utama di balik melimpahnya hasil laut tahun ini.
Efisiensi Budidaya di Lahan Terbatas
Meski menghadapi keterbatasan lahan di area perkotaan, subsektor perikanan budidaya tidak kalah menunjukkan taringnya.
Dari target 376,50 ton, realisasi produksi berhasil menembus 416,64 ton atau mencapai 110,66 persen. Lompatan ini dipicu penerapan pola budidaya modern yang lebih terukur.
Penguatan sarana prasarana serta pendampingan teknis yang intensif dari DKP3 terbukti mampu meningkatkan efisiensi pakan dan menekan angka kematian ikan (survival rate).
Dampak Ekonomi: Surplus PAD dan Kesejahteraan
Keberhasilan produksi ini berdampak langsung pada penguatan ekonomi daerah melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal ini terlihat dari performa retribusi di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kejawanan.
– Target Retribusi: Rp1,39 Miliar- Realisasi: Rp1,50 Miliar (107,31%)Surplus: Rp102 Juta
”Sektor perikanan telah membuktikan perannya sebagai mesin pertumbuhan ekonomi yang vital bagi Cirebon, sekaligus menjaga stabilitas ketahanan pangan masyarakat,” tambah Elmi.
Baca Juga:Target 1.000 Kampung Nelayan: Strategi Prabowo Ciptakan Lapangan Kerja dan Kedaulatan ProteinWapres Gibran Dengar Curhat Nelayan Cirebon: Sungai Dangkal hingga Utang Tengkulak
Visi 2026: Keberlanjutan dan Penguatan Niaga
Memasuki tahun 2026, DKP3 Kota Cirebon tidak ingin berpuas diri. Elmi menyatakan akan mengalihkan fokus pada penguatan ekosistem niaga dan pembinaan berkelanjutan.
