CIREBONINSIDER.COM – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan akselerasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) serta produksi kapal tangkap secara masif di seluruh pesisir Indonesia.
Langkah ini menjadi strategi “double track” pemerintah: menyerap ribuan tenaga kerja lokal sekaligus mengamankan pasokan protein nasional bagi masyarakat.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan, Presiden menuntut ritme kerja kabinet yang ekstra cepat pada sektor-sektor yang bersentuhan langsung dengan ekonomi rakyat bawah.
Baca Juga:Akhiri Derita Rob Puluhan Tahun, KDM dan Lucky Hakim Sulap Eretan Jadi Kampung Nelayan ModernMensos Resmikan 93 Rumah Nelayan Indramayu, Berubah Jadi Kampung Sejahtera
“Bapak Presiden menghendaki kita bekerja jauh lebih cepat, terutama pada bidang penciptaan lapangan kerja. Percepatan pembangunan kampung nelayan dan produksi kapal tangkap adalah prioritas nyata yang dampaknya langsung dirasakan masyarakat pesisir,” ujar Prasetyo usai Taklimat Awal Tahun di Hambalang, Selasa (6/1/2026).
Efek Domino: Serapan Ribuan Tenaga Kerja Lokal
Program ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan mesin penggerak ekonomi. Data terbaru Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menunjukkan, pembangunan KNMP tahap pertama di 65 lokasi telah menyerap sedikitnya 17.550 tenaga kerja.
Rata-rata di setiap titik, sebanyak 270 warga lokal terlibat aktif—mulai dari sektor konstruksi hingga operasional teknis. Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Lotharia Latif, menyatakan angka ini diprediksi akan terus melonjak seiring penguatan fasilitas dari hulu ke hilir.
”Penciptaan lapangan kerja ini adalah mandat langsung Astacita Presiden RI untuk mewujudkan kemandirian ekonomi dari pinggiran,” tegas Latif dalam keterangan resminya, Rabu (7/1/2026).
Modernisasi Pesisir dan Social Engineering
Proyek KNMP mengintegrasikan pembangunan fisik—seperti dermaga, cold storage, dan pabrik es—dengan pendekatan social engineering. Tujuannya agar masyarakat pesisir tidak hanya menjadi penonton, tetapi aktor utama dalam ekosistem ekonomi yang baru.
“Kami tidak hanya membangun beton, kami membangun ekosistem. Ini adalah momentum bagi masyarakat pesisir untuk naik kelas dan mandiri secara berkelanjutan,” tambah Latif.
Setelah menuntaskan 65 titik awal, pemerintah segera memacu pembangunan di 35 lokasi tahap kedua, menuju target ambisius 1.000 titik KNMP di seluruh pelosok negeri.
Baca Juga:Menko Zulhas Ungkap Tantangan MBG Penuhi 82,9 Juta Porsi Protein, Wanti-wanti Harga Pangan Naik!Program Desa Nelayan Prabowo Lipat Gandakan Penghasilan, Target 1.000 Desa Siap Ubah Nasib 8 Juta Jiwa
Mandat Kedaulatan Protein
Di sisi lain, proyek ini menjadi pilar utama dalam misi kesehatan nasional. Peningkatan hasil tangkapan ikan diproyeksikan mampu mendongkrak asupan protein masyarakat secara signifikan guna mendukung kualitas SDM Indonesia.
