Emas Cair dari Dapur: Cara Warga Indramayu Ubah Jelantah Jadi Saldo Tabungan

Minyak-Bekas-Jelantah
Minyak goreng bekas pakai atau jelantah kini bertransformasi "emas cair" yang mampu menjadi saldo tabungan warga Indramayu melalui jaringan Bank Sampah. Foto: Ilustrasi/Pixabay.com

Ritual setor “limbah emas” ini pun kini menjadi rutinitas bulanan yang dinanti oleh ibu-ibu rumah tangga di wilayah tersebut. Mengubah kebiasaan membuang menjadi kebiasaan menabung.

​Membangun Ekosistem: Lebih dari Sekadar Transaksi Ekonomi

​Inisiatif di Indramayu ini menjadi benchmark penting bagi daerah lain bahwa menjaga ekosistem tidak harus mahal. Model ini menawarkan tiga dampak strategis bagi daerah:

1. ​Hulu Energi Terbarukan: Jelantah kolektif memiliki nilai tawar tinggi sebagai bahan baku utama biodiesel. Dengan manajemen yang tepat, limbah ini tidak akan jatuh ke pasar gelap sebagai minyak goreng oplosan yang membahayakan kesehatan.

Baca Juga:Harga Minyak Dunia Naik, CORE: Berdampak pada Kebijakan Moneter Global, Termasuk di IndonesiaGanti Sawit Jadi Gedong Gincu, Bupati Imron Pastikan Lahan 6,5 Hektare di Pasaleman Dialihkan

2. ​Efisiensi Infrastruktur: Gerakan ini secara preventif menekan biaya pemeliharaan drainase akibat sumbatan lemak (fatberg). Lingkungan yang bersih mengurangi beban anggaran daerah dalam penanganan banjir.

3. ​Resiliensi Ekonomi Akar Rumput: Memberikan jaring pengaman finansial kecil namun konsisten. Transformasi dari stigma “kotor” menjadi “cuan” menciptakan literasi keuangan berbasis lingkungan di tingkat rumah tangga.

​Dukungan penuh dari DLH Indramayu memastikan gerakan ini bukan sekadar tren sesaat, melainkan perubahan gaya hidup permanen. Di tangan warga Indramayu, setiap tetes jelantah adalah investasi bagi bumi dan hari tua.(*)​

0 Komentar