– Unit Utama: Novotel Thakher Makkah yang terdiri dari 3 menara dengan total 1.461 kamar.
– Kapasitas Awal: Mampu menampung 4.383 jemaah secara langsung.
– Rencana Ekspansi: Pembangunan 13 menara tambahan hingga mencapai total 6.025 kamar.
– Fasilitas Terintegrasi: Akan dilengkapi dengan klinik kesehatan standar Indonesia, food court masakan Nusantara, serta pusat perbelanjaan.
Investasi Triliunan untuk Jangka Panjang
Nilai akuisisi hotel dan lahan seluas 5 hektare ini mencapai 500 juta dolar AS atau sekitar Rp7,8 triliun.
Baca Juga:KPK Tetapkan Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas Tersangka Kasus Kuota Haji, Kerugian Capai Rp1 TNasib Dana Haji Khusus 8.000 USD Terkatung-katung, Kemenag Bongkar Biang Keladi 'Bottleneck'
Pemerintah juga telah menyiapkan investasi lanjutan sebesar 700-800 juta dolar AS untuk pengembangan fasilitas pendukung yang terintegrasi sepenuhnya.
Menteri Agama Bidang Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, menambahkan bahwa meski pembangunan masif baru dimulai kuartal IV 2026, sebagian aset sudah bisa digunakan secara bertahap tahun ini.
”Tahun ini sudah bisa kita gunakan secara terbatas untuk menampung sekitar 24.000 sampai 25.000 jemaah. Namun, proyek Kampung Haji terintegrasi ini diproyeksikan mulai beroperasi penuh pada musim hajiQ 2027,” pungkasnya. (*)
