Resmi! Indonesia Akuisisi Hotel di Makkah, Diplomasi Prabowo Berhasil Pangkas Jarak dan Biaya Haji

Kampung-Haji
Melalui diplomasi langsung Presiden Prabowo Subianto, Indonesia berhasil memenangi lelang akuisisi hotel dan lahan di Makkah, Arab Saudi, yang akan dikembangkan menjadi "Kampung Haji Indonesia." Foto: Ilustrasi/Pixabay.com

CIREBONINSIDER.COM – Pemerintah Indonesia resmi mencetak sejarah baru dalam pengelolaan ibadah haji dunia. Melalui diplomasi tingkat tinggi yang dipimpin langsung Presiden Prabowo Subianto, Indonesia berhasil memenangi lelang akuisisi hotel dan lahan di Makkah, Arab Saudi, yang akan dikembangkan menjadi “Kampung Haji Indonesia.”

​Langkah strategis ini menjadi pencapaian fenomenal karena untuk pertama kalinya, Pemerintah Arab Saudi memberikan hak istimewa (privilege) bagi negara lain untuk memiliki aset properti secara mandiri di wilayah mereka.

​Diplomasi “Luar Biasa” Presiden Prabowo

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari hubungan bilateral yang sangat erat.

Baca Juga:KPK Tetapkan Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas Tersangka Kasus Kuota Haji, Kerugian Capai Rp1 TNasib Dana Haji Khusus 8.000 USD Terkatung-katung, Kemenag Bongkar Biang Keladi 'Bottleneck'

Arab Saudi bahkan bersedia melakukan langkah tidak biasa dengan menyesuaikan aturan internal mereka demi memfasilitasi kebutuhan jemaah Indonesia.

​”Ini berkat diplomasi yang luar biasa dari Bapak Presiden. Untuk pertama kalinya, pemerintah Arab Saudi mengubah regulasi negara agar Indonesia bisa memiliki aset di sana,” ujar Prasetyo di Hambalang, Selasa (6/1).

​Misi Utama: Tekan Biaya Haji dan Efisiensi Waktu

Bukan sekadar kepemilikan aset, visi besar di balik akuisisi ini adalah efisiensi biaya. Presiden Prabowo menargetkan biaya haji dapat ditekan semurah mungkin melalui tiga skenario utama:

1. ​Pengelolaan Mandiri: Dengan memiliki hotel sendiri, pemerintah bisa menghapus biaya sewa akomodasi ke pihak ketiga yang selama ini sangat tinggi.

2. ​Pemangkasan Masa Tinggal: Pemerintah berupaya mengurangi masa tinggal jemaah dari 41 hari menjadi sekitar 31 hari, serupa dengan skema efektif yang diterapkan jemaah Malaysia.

3. ​Negosiasi Penerbangan: Penambahan frekuensi penerbangan untuk mengurangi waktu tunggu yang tidak efisien.

​”Tujuannya adalah kita ingin mengurangi biaya naik haji bagi para jemaah kita dengan berbagai skenario dan cara,” tegas Prasetyo.

Baca Juga:Biaya Haji 2026 Diteken Presiden, BPIH Tertinggi Tembus Rp93 Juta, Cek Rincian Bipih Jemaah per EmbarkasiStrategi Besar Danantara di Makkah: Bangun Hajj Complex Terintegrasi, Kapasitas Tembus 22.000 Jemaah

​Lokasi Strategis: Hanya 500 Meter dari Masjidil Haram

Selama ini, jemaah Indonesia seringkali menempati hotel yang berjarak cukup jauh, antara 4 hingga 6 kilometer dari pusat ibadah.

Kini, Kampung Haji yang terletak di kawasan strategis Thakher hanya berjarak sekitar 500 meter dari Masjidil Haram.

​CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, mengungkapkan detail aset yang diakuisisi:

0 Komentar