Strategi Besar Danantara di Makkah: Bangun Hajj Complex Terintegrasi, Kapasitas Tembus 22.000 Jemaah

Hajj-Complex-Makkah-Danantara-Indonesia
Danantara Indonesia mempercepat realisasi proyek strategis nasional di Arab Saudi melalui pengembangan Hajj Complex di Makkah. Foto: Ilustrasi/Pixabay.com

CIREBONINSIDER.COM – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) mempercepat realisasi proyek strategis nasional di Arab Saudi.

Melalui pengembangan Hajj Complex di Makkah, Danantara menargetkan penguasaan ekosistem layanan yang mampu menampung hingga 10% dari total kuota haji tahunan Indonesia. Sekaligus menekan ketergantungan pada vendor asing.

​Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar investasi properti, melainkan upaya menciptakan kedaulatan layanan bagi jemaah Indonesia.

Baca Juga:Nasib Dana Haji Khusus 8.000 USD Terkatung-katung, Kemenag Bongkar Biang Keladi 'Bottleneck'Biaya Haji 2026 Diteken Presiden, BPIH Tertinggi Tembus Rp93 Juta, Cek Rincian Bipih Jemaah per Embarkasi

​Kawasan Thakher: Pusat Logistik dan Akomodasi di Jantung Makkah

​Danantara menetapkan Kawasan Thakher sebagai jangkar utama. Saat ini, aset eksisting berupa Novotel Thakher Makkah telah beroperasi di atas lahan seluas 4,4 hektare, berlokasi strategis hanya 2,5 kilometer dari Masjidil Haram.

​”Secara bertahap, kawasan ini akan dikembangkan hingga mencakup 6.000 kamar dengan kapasitas total mencapai 22.000 jemaah,” ujar Pandu Sjahrir dalam keterangan resminya, Rabu (8/1/2026).

​Rencana pengembangan kawasan mencakup:

– ​Ekspansi Masif: Pembangunan menara tambahan dari 3 menara saat ini (1.461 kamar).

– ​Commercial Hub: Pemanfaatan 14 plot lahan untuk pusat ritel dan UMKM Indonesia di Makkah.

– ​Integrated Logistics: Pusat distribusi makanan dan kebutuhan jemaah untuk menjamin standar kualitas nasional.

​Double-Track Strategy: Dominasi Melalui Lelang RCMC

​Untuk memperkuat portofolio, Danantara menjalankan dua jalur strategis secara paralel. Selain mengoptimalkan aset di Thakher, Danantara terlibat aktif dalam lelang lahan strategis yang dikelola oleh Royal Commission for Makkah City and Holy Sites (RCMC).

​RCMC merupakan otoritas tertinggi Saudi yang memegang kendali atas tata ruang Makkah. Keterlibatan Danantara di level ini menunjukkan posisi tawar Indonesia sebagai pengirim jemaah haji terbesar di dunia.

Baca Juga:RESMI! Seleksi Petugas Haji 2026 Dibuka: Jaminan tanpa Biaya dan Bebas Gratifikasi, Tutup 28 NovemberPrabowo Gebrak Kemenhajum: Biaya Haji Wajib Turun dan Terobosan Kampung Indonesia di Mekah

​”Thakher adalah quick win kami karena asetnya sudah tersedia. Namun, kami juga membidik plot lahan baru melalui RCMC untuk memastikan posisi Indonesia berada di titik paling premium dan strategis di Makkah,” tambah Pandu.

​Timeline dan Mitigasi Risiko

​Danantara menerapkan prinsip prudence (kehati-hatian) dalam kucuran belanja modal (capital expenditure). Pengembangan akan dilakukan dalam fase terukur:

– ​2026: Target groundbreaking pengembangan fase lanjutan.- ​2029: Operasional penuh (Full Operation) ekosistem hotel dan logistik.

0 Komentar