Dedi Mulyadi Pastikan Tunda Bayar Pemprov Jabar Rp621 Miliar Lunas Januari Ini

KDM
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau Kang Dedi Mulyadi (KDM). Foto: Humas Pemprov Jabar.

​”Artinya, uang yang dikelola benar-benar didistribusikan untuk kesejahteraan masyarakat melalui berbagai kegiatan di kabupaten/kota. Penyerapan kita sangat agresif namun tetap akuntabel,” jelas Herman.

​Analisis: Bantalan Kas yang Menipis

​Kondisi Silpa yang minim menunjukkan dua sisi kebijakan. Secara positif, serapan anggaran yang maksimal dapat memacu pertumbuhan ekonomi lokal. Namun secara risiko, hal ini menunjukkan tipisnya bantalan fiskal (fiscal buffer) Jawa Barat.

​Minimnya cadangan kas membuat Pemprov rentan terhadap keterlambatan transfer dari pusat, yang pada akhirnya memicu fenomena “tunda bayar”.

Baca Juga:Jabar Larang Total Kelapa Sawit, Dedi Mulyadi Perintahkan Ganti ke Tanaman KerasKiamat Sawit di Cirebon! Gubernur Dedi Mulyadi Perintahkan Lahan di Cigobang Segera 'Dibongkar'

Herman memastikan pihaknya akan mengevaluasi manajemen kas agar ke depannya visi “Jabar Istimewa” tetap berjalan tanpa hambatan likuiditas di akhir tahun.(*)

0 Komentar