– Bulog: Transformasi penyerapan gabah petani dengan harga kompetitif (Rp6.500/kg), yang sempat mendorong cadangan beras pemerintah (CBP) ke level rekor 4,2 juta ton.
Analisis: Fondasi Swasembada yang Lebih “Berotot”
Memasuki awal 2026, ketahanan pangan nasional berada pada posisi sangat sehat dengan stok cadangan mencapai 3,25 juta ton.
Para analis menilai swasembada era Prabowo ini jauh lebih “berotot” dibandingkan periode sebelumnya karena menggabungkan modernisasi teknologi pertanian (mekanisasi) dengan penegakan hukum yang agresif.
Baca Juga:Strategi Mentan Amran Sulaiman Ubah Wajah Pertanian Indonesia: Dari Proyek ke Skala Bisnis GlobalMentan Amran Instruksikan Satgas Pangan Sikat Penimbun dan Pelanggar HET Nataru!
Hadir dalam seremoni tersebut tokoh-tokoh kunci kabinet, termasuk Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Mendagri Tito Karnavian, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto).
Dengan status swasembada ini, Indonesia kini memiliki posisi tawar kuat untuk bertransformasi menjadi eksportir pangan global sekaligus memperkuat transisi menuju kemandirian energi berbasis pertanian (bioenergi).(*)
