Dobrak Stigma Eksklusi, Pemkab Cirebon Libatkan Difabel dan Lansia Rancang Masa Depan 2027

Kelompok-Rentan
Pemkab Cirebon kini menempatkan kelompok rentan—mulai penyandang difabel, lansia, perempuan, hingga anak-anak—sebagai pemegang kendali Musrenbang Tematik 2026.

​CIREBONINSIDER.COM– Pemerintah Kabupaten Cirebon melakukan pergeseran paradigma besar dalam perencanaan daerah.

Tidak lagi menggunakan pola top-down yang kaku, Pemkab Cirebon kini menempatkan kelompok rentan—mulai dari penyandang difabel, lansia, perempuan, hingga anak-anak—sebagai pemegang kendali dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik 2026.

​Langkah ini bukan sekadar formalitas tahunan, melainkan misi besar untuk menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 yang lebih inklusif dan ramah bagi semua lapisan masyarakat.

Baca Juga:Ini 4 Usulan Prioritas Pemkot Cirebon dalam Musrenbang Provinsi Jabar 2025Tanggul Developer Jebol dan Alur Sungai Menyempit, Wabup Cirebon 'Warning' Pengembang di Mundu

​Bupati Cirebon, Imron, menegaskan komitmennya untuk meruntuhkan “tembok eksklusivitas” yang selama ini membuat pembangunan hanya dinikmati kelompok tertentu.

Ia menginginkan wajah Cirebon di tahun 2027 adalah wilayah yang memanusiakan manusia.

​“Musrenbang 2026 ini adalah titik balik. Kami memastikan mereka yang selama ini suaranya ‘sayup-sayup’ atau bahkan terabaikan, kini memiliki kursi utama untuk menentukan arah kebijakan daerah,” tegas Imron saat membuka forum di Cirebon, Selasa (6/1/2026).

​Memutus Rantai ‘Aspirasi Titipan’

​Selama ini, isu disabilitas dan lansia sering kali hanya menjadi pelengkap atau sekadar “titipan” di dokumen pembangunan tanpa realisasi yang menyentuh akar masalah.

Melalui mekanisme bottom-up planning, Pemkab Cirebon berupaya membedah kebutuhan riil dari lapangan.

​Imron menjelaskan, pendekatan inklusif ini dirancang untuk mengakomodasi keberagaman karakteristik individu.

Fokusnya adalah memastikan prinsip No One Left Behind (tidak ada satu pun yang tertinggal) benar-benar terimplementasi dalam program kerja nyata, bukan sekadar jargon politik.

Baca Juga:Lautan Manusia di Cirebon Timur: Ribuan Warga 'Kepung' Konser Kemenangan Dede April DA7Kiamat Sawit di Cirebon! Gubernur Dedi Mulyadi Perintahkan Lahan di Cigobang Segera 'Dibongkar'

​“Kita butuh strategi konkret. Bagaimana perempuan berdaya secara ekonomi, bagaimana anak-anak terlindungi, dan bagaimana rekan-rekan difabel bisa mengakses fasilitas publik tanpa hambatan. Itu yang kita kunci di forum ini,” tambahnya.

​Sinergi Lintas Sektor: Mengunci Usulan di RKPD 2027

​Salah satu poin krusial dalam Musrenbang Tematik ini adalah penguatan sinergitas antar-kecamatan dan perangkat daerah.

Bupati mengingatkan bahwa usulan hebat dari kelompok rentan akan menjadi sia-sia jika tidak didukung oleh integrasi birokrasi yang solid.

​Seluruh hasil kesepakatan dalam forum ini nantinya dijadikan landasan hukum dan regulasi yang mengikat dalam penyusunan RKPD Kabupaten Cirebon Tahun 2027.

0 Komentar