CIREBONINSIDER.COM – Hujan deras yang mengepung Kabupaten Cirebon pada Senin (5/1/2026) mengungkap rapor merah infrastruktur di wilayah Kecamatan Mundu.
Ratusan rumah di Perumahan Green Pamengkang dan Puri Banjarwangunan terendam banjir akibat kombinasi tanggul jebol dan pendangkalan sungai yang parah.
Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman—yang akrab disapa Jigus—turun langsung meninjau titik bencana pada Selasa (6/1/2026).
Baca Juga:Atasi Banjir Tahunan Kalijaga, Pemkot Cirebon dan BBWS Permanenkan Normalisasi Sungai CikenisBanjir Kepung 8 Kecamatan di Cirebon, Wabup Jigus Ungkap Temuan Mengejutkan di Sungai
Dalam inspeksi mendadak (sidak) tersebut, Jigus secara terang-terangan menyoroti kelalaian teknis pihak pengembang (developer) yang menjadi pemicu kerugian warga.
’Dosa’ Infrastruktur: Tanggul Developer Jebol
Di Perumahan Green Pamengkang, Jigus menemukan fakta lapangan yang memprihatinkan. Banjir bandang yang menerjang permukiman warga dipicu oleh jebolnya tanggul yang dibangun pengembang secara tidak standar.
”Tadi saya sudah menelusuri sungai. Banjir ini terjadi karena tanggul yang dibangun developer jebol. Air sungai langsung meluap tanpa hambatan ke rumah warga,” ujar Jigus dengan nada tegas di lokasi.
Tak ingin sekadar meninjau, Jigus memastikan akan mengambil langkah administratif yang serius. Ia berencana memanggil seluruh pihak terkait dalam waktu dekat untuk duduk bersama.
”Saya akan kumpulkan paguyuban masyarakat, BBWS, developer, pemerintah desa, hingga dinas terkait. Kita butuh solusi permanen, bukan sekadar tambal sulam yang terus merugikan masyarakat,” imbuhnya.
Darurat Normalisasi Sungai Kalilunyu
Pemandangan serupa namun dengan masalah berbeda ditemukan di Perumahan Puri Banjarwangunan. Luapan Sungai Kalilunyu teridentifikasi sebagai ‘biang kerok’ utama.
Bersama tim Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Jigus menyaksikan langsung penyempitan alur sungai (penyempitan) dan sedimentasi yang telah mencapai titik kritis.
Baca Juga:Cirebon Darurat Banjir: 24 Desa Terendam, Jalur Utama Lumpuh, hingga Gudang Surya Toserba JebolBPBD Ungkap Biang Kerok Banjir Cirebon: Luapan 3 Sungai Kunci Rendam 3.864 Rumah di 10 Kecamatan
”Normalisasi Sungai Kalilunyu harus segera dilakukan. Kapasitas sungai sudah tidak memadai untuk menampung debit air karena penyempitan. Ini mendesak dan tidak bisa ditunda lagi,” tegas Jigus.
Respons Cepat dan Pemulihan Pasca-Bencana
Di tengah sorotan tajam pada infrastruktur, Pemkab Cirebon melalui BPBD telah diperintahkan melakukan asesmen cepat dan pendistribusian logistik bagi warga terdampak.
Jigus juga memberikan apresiasi tinggi kepada personel TNI dan Polri yang sigap melakukan evakuasi saat air mencapai titik tertinggi.
