CIREBONINSIDER.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon mengambil langkah drastis terhadap keberadaan perkebunan kelapa sawit di wilayahnya.
Sebagai bentuk kepatuhan terhadap kebijakan Pemerintah Provinsi, Pemkab Cirebon memastikan akan mencabut seluruh pohon sawit di Kecamatan Pasaleman dan menggantinya dengan komoditas unggulan lokal, yakni Mangga Gedong Gincu.
Langkah tegas ini merupakan tindak lanjut atas Surat Edaran (SE) Gubernur Jawa Barat yang melarang penanaman kelapa sawit di tanah Pasundan.
Baca Juga:Jabar Larang Total Kelapa Sawit, Dedi Mulyadi Perintahkan Ganti ke Tanaman KerasKiamat Sawit di Cirebon! Gubernur Dedi Mulyadi Perintahkan Lahan di Cigobang Segera 'Dibongkar'
Bupati Cirebon, Imron, menegaskan bahwa wilayahnya tidak memproyeksikan sawit sebagai komoditas pertanian daerah.
Dukungan Penuh Instruksi Gubernur
Bupati Imron menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah pihaknya meninjau langsung lokasi penanaman sawit yang sempat memicu perdebatan publik.
Dalam peninjauan tersebut, pemerintah daerah menggandeng unsur TNI dan DPRD untuk merumuskan langkah penanganan yang tepat.
”Hari ini kami melakukan diskusi bersama unsur TNI dan DPRD karena ada SE dari Pak Gubernur yang melarang penanaman sawit di Jabar. Dengan adanya edaran tersebut, kami dari Kabupaten Cirebon mendukung penuh,” tegas Imron saat ditemui di Cirebon, Senin (6/1).
Berdasarkan data lapangan, luas lahan yang telah tertanam sawit di Kecamatan Pasaleman mencapai 2,5 hektare dengan populasi sekitar 400 batang pohon.
Padahal, total rencana perluasan lahan mencapai 6,5 hektare. Pemkab memastikan rencana ekspansi tersebut resmi dihentikan.
Konversi ke Mangga Gedong Gincu
Sebagai solusi, Pemkab Cirebon akan mengonversi lahan tersebut menjadi perkebunan hortikultura.
Baca Juga:Kopdes Merah Putih Resmi Kelola Tambang dan Sawit, Kemitraan Strategis GP AnsorB50 RI: Setop Impor Solar 2026, Siap 'Perang' Harga Sawit Global demi Nilai Rp1.000 T
Mangga Gedong Gincu dipilih karena memiliki nilai ekonomi tinggi dan merupakan ikon buah unggulan Kabupaten Cirebon yang telah menembus pasar internasional.
”Kami akan menyiapkan bibitnya. Sawit yang ada nanti akan dicabut dan diganti mangga. Ini jauh lebih sesuai dengan karakter wilayah Pasaleman,” tambah Imron.
Selain aspek ekonomi, pemilihan mangga dinilai lebih ramah lingkungan. Berbeda dengan sawit yang dikenal rakus air, mangga lebih adaptif dengan karakteristik tanah setempat.
Kendati demikian, Pemkab tetap akan menggelar rapat lanjutan bersama pemerintah desa dan kecamatan agar proses transisi ini berjalan kondusif.
Evaluasi Tanaman ‘Asing’ dan Pengawasan Lahan
Selain sawit, dalam inspeksi tersebut Bupati Imron juga menemukan adanya tanaman lain yang dinilai tidak produktif, seperti pohon kurma. Ia mencermati bahwa tanaman tersebut tidak memberikan hasil meski sudah ditanam selama bertahun-tahun.
