CIREBONINSIDER.COM – Suasana haru dan bangga menyelimuti Bumi Wali saat April DA7, sang Juara 3 Dangdut Academy 7, menginjakkan kaki kembali di tanah kelahirannya, Cirebon, pada Kamis (1/1/2026).
Ribuan warga tumpah ruah memadati jalanan. Menciptakan pemandangan lautan manusia demi menyambut sosok yang dijuluki “Anak Emas” oleh sang Raja Dangdut, Rhoma Irama.
Momen Dramatis di Jalan Sunan Gunung Jati
Iring-iringan mobil yang membawa pemilik nama lengkap Afriyani Mida Soleha ini nyaris tak bisa bergerak saat melintasi Kecamatan Kapetakan. Warga yang sudah menunggu berjam-jam nekat merangsek mendekat hanya demi melihat wajah April DA7, sang idola, secara langsung.
Baca Juga:Putus Rantai Tengkulak, Kopdes Merah Putih Jadi Penopang Utama Program Makan Bergizi GratisFKSM 2025: Kementerian Kebudayaan Sukses Ubah Gudang Pelabuhan Cirebon Jadi Ruang Seni Publik
Salah satu momen menyentuh terjadi ketika seorang ayah tampak menggendong putrinya, menerobos kerumunan untuk mencegat mobil April DA7. Raut bahagia terpancar saat mereka berhasil bersalaman dengan penyanyi berusia 14 tahun tersebut.
”Saya dan anak saya bangga luar biasa. Biasanya hanya bisa melihat Dede April di televisi, sekarang bisa bersalaman langsung. Dia benar-benar kebanggaan warga Grogol,” ujar Soir, warga Desa Grogol, dengan mata berkaca-kaca.
Silaturahmi ke Pendopo: Pesan Rendah Hati Sang Bintang
Meski kini telah menjelma menjadi bintang nasional dengan rentetan hadiah mewah, April tetap menunjukkan sikap membumi. Agenda pertamanya adalah mengunjungi Pendopo Bupati Cirebon untuk menemui Bupati H. Imron, M.Ag.
Di hadapan Bupati dan para penggemar yang memadati pendopo, April tak sekadar bertamu. Ia memberikan “kado” spesial berupa penampilan live yang emosional.
Suasana yang semula formal berubah menjadi konser mini penuh kekeluargaan saat April membawakan beberapa lagu hitsnya.
”Kehadiran April bukan hanya soal prestasi seni, tapi simbol perjuangan anak daerah yang mampu menaklukkan panggung nasional tanpa melupakan akar asalnya,” ungkap salah satu tokoh masyarakat di lokasi.
Transformasi Hidup: Dari Ngamen untuk Ayah Hingga Bonus Rp100 Juta
Kisah April adalah potret nyata zero-to-hero. Sebelum sorot lampu panggung Indosiar mengenalnya, gadis kelahiran 10 April 2011 ini adalah seorang pengamen jalanan.
Baca Juga:KKN Mahasiswa PJJ PAI UIN SSC Beri Warna Baru, Latih Siswa SDN Pekalangan Pemanfaatan CanvaDari Pekan Sastra Cirebon 2025, Dorong Ruang Kreatif Tumbuh
Ia berkeliling dari satu titik ke titik lain bersama ayahnya yang menderita sakit ginjal demi membantu perekonomian keluarga. Kini, nasibnya berubah total. Sebagai Juara 3 DA7, April membawa pulang:
