CIREBONINSIDER.COM – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengambil langkah proaktif guna mengamankan rantai pasok protein nasional selama masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Seluruh pelabuhan perikanan di Indonesia diinstruksikan tetap beroperasi penuh guna menjamin ketersediaan stok ikan. Sekaligus memperketat pengawasan keselamatan menyusul potensi cuaca ekstrem di sejumlah perairan.
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, memberikan mandat khusus kepada jajarannya untuk memantau ketat operasional pelabuhan tanpa jeda.
Baca Juga:Target Devisa $513 Juta, KKP Tancap Gas Indonesia Jadi Raksasa Kepiting Dunia lewat Strategi Crab SilvofisheryKKP Yakin Program Revitalisasi Tambak Pantura Jabar Mampu Serap 100 Ribu Tenaga Kerja
Hal ini dilakukan agar momentum pergantian tahun tidak terganggu oleh kelangkaan komoditas perikanan maupun kecelakaan laut.
Pelayanan Tanpa Libur demi Stabilitas Pangan
Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Lotharia Latif, mengungkapkan bahwa Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelabuhan Perikanan di seluruh Indonesia tetap memberikan pelayanan optimal, mulai dari urusan administratif hingga operasional lapangan.
”Kami pastikan layanan sandar, bongkar muat, perizinan usaha, hingga ketersediaan stok di cold storage dan Unit Pengolahan Ikan (UPI) tetap berjalan normal. Pelayanan prima adalah kunci menjaga stabilitas harga dan memastikan nelayan tetap bisa berproduksi secara efisien,” ujar Latif dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu (28/12).
Menurut Latif, kelancaran di pelabuhan akan berdampak langsung pada ekonomi masyarakat pesisir. Dengan operasional yang tetap terjaga, distribusi hasil tangkapan ke pasar domestik maupun industri tidak akan mengalami hambatan meski di hari libur nasional.
Alarm Keselamatan: Syahbandar Perketat ‘Checklist’ Melaut
Namun, di balik upaya menjaga stok pangan, KKP memberikan catatan kritis terkait kondisi alam. Mengingat akhir tahun identik dengan anomali cuaca, faktor keselamatan menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar.
Latif memperingatkan para pemilik kapal dan nelayan untuk tidak “berjudi” dengan nyawa demi mengejar target tangkapan.
”Keselamatan adalah prioritas utama. Kami meminta nelayan terus memantau informasi cuaca dan tidak memaksakan diri melaut jika kondisi tidak memungkinkan. Ikuti arahan Syahbandar,” tegasnya.
Baca Juga:Indramayu Targetkan Produksi Perikanan 527 Ribu Ton Diperkuat 6.074 Kapal dan 23.000 Ha LahanIndramayu Siap Revitalisasi Tambak Non Produktif di 5 Kecamatan Jadi Lahan Perikanan Modern
Sebagai langkah preventif, Syahbandar di seluruh pelabuhan perikanan kini menjalankan protokol ekstra ketat, meliputi:
– Update Informasi Meteorologi: Menyampaikan prakiraan cuaca terkini secara real-time kepada nakhoda.
– Audit Kelaikan Kapal: Pemeriksaan fisik menyeluruh terhadap dokumen dan peralatan keselamatan kapal sebelum surat persetujuan berlayar diterbitkan.
