Strategi Mentan Amran Sulaiman Ubah Wajah Pertanian Indonesia: Dari Proyek ke Skala Bisnis Global

Amran Sulaiman
Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Foto: dok kementerian pertanian.

CIREBONINSIDER.COM – Transformasi kebijakan yang dijalankan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bersama Wakil Menteri Pertanian Sudaryono dinilai membawa paradigma baru bagi sektor pangan nasional.

Kebijakan saat ini tidak lagi dipandang sebagai program jangka pendek, melainkan fondasi ekosistem pangan yang tangguh dan berkelanjutan.

​Akademisi dari Universitas Andalas (Unand), Muhammad Makky, menyoroti perubahan mendasar pada tata kelola sektor pangan yang kini jauh lebih komprehensif.

Baca Juga:Bukan Naik, Harga Pangan di Cirebon Malah Anjlok Jelang 2026! Menko Zulhas: Stok Beras Melimpah 4,7 Juta TonIroni Lumbung Pangan: Lucky Hakim Sentil Rendahnya Pendidikan, Gandeng ICMI "Ubah Nasib" Petani Indramayu

Menurutnya, negara kini hadir sebagai penggerak ekosistem dari hulu ke hilir, bukan sekadar regulator.

​Transformasi: Dari ‘Government Project’ ke Skala Bisnis

​Makky menekankan bahwa poin krusial kepemimpinan Mentan Amran adalah keberanian menggeser orientasi program.

​“Ini strategi bisnis yang dirancang oleh Pak Menteri. Kita melihat program yang dirancang ini bukan berbasis government project, tapi sudah mempertimbangkan skala bisnis,” ujar Makky dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (28/12).

​Fokus utama pemerintah saat ini, lanjut Makky, adalah menciptakan kepastian usaha. Hal ini menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas produksi sekaligus memperkuat posisi tawar petani di pasar nasional maupun global.

​Melawan Krisis Iklim dengan Intervensi Terintegrasi

​Di tengah ancaman perubahan iklim, Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan intervensi terintegrasi untuk menjaga produktivitas. Beberapa langkah strategisnya meliputi:

– ​Kepastian Sarana Produksi: Menjamin stok pupuk subsidi dan benih unggul tepat sasaran.

– ​Modernisasi Pertanian: Distribusi alat mesin pertanian (alsintan) secara masif untuk efisiensi.

Baca Juga:Mentan Amran Instruksikan Satgas Pangan Sikat Penimbun dan Pelanggar HET Nataru!Wamentan Sudaryono Klaim Swasembada Beras-Jagung Tercapai, Prabowo-Amran Siapkan Target Pangan 5 Tahun

– ​Infrastruktur Air: Optimasi lahan dan rehabilitasi drainase guna menghadapi cuaca ekstrem.

​”Dengan birokrasi yang pendek dan proses yang fleksibel, masyarakat kini jauh lebih mudah mengakses bantuan,” tambah Makky.

​Jaminan Harga: Kunci Kesejahteraan dan Regenerasi Petani

​Salah satu terobosan paling berdampak adalah pemberian insentif melalui penjaminan harga hasil panen. Makky menilai, tanpa kepastian harga, petani akan selalu berada dalam posisi rentan.

​”Insentif berupa penjaminan harga adalah kunci. Ada kepastian keuntungan bagi petani di akhir masa produksi,” tegasnya. Langkah ini diyakini mampu memicu minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian (regenerasi petani).

​Analisis: Menuju Swasembada Mandiri

0 Komentar