CIREBONINSODER.COM– Kementerian Koperasi (Kemenkop) resmi memplot Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sebagai mesin utama penggerak ekonomi kerakyatan.
Kehadiran Kopdes ini membawa misi ganda: menjadi “benteng” penyerap produk lokal sekaligus memutus dominasi tengkulak yang selama ini mencekik kesejahteraan petani dan nelayan.
Sekretaris Kementerian Koperasi, Ahmad Zabadi, menegaskan bahwa Kopdes Merah Putih bukan sekadar lembaga simpan pinjam biasa. Ia akan berperan sebagai agregator tunggal bagi produk mikro dan ultra mikro di level akar rumput.
Baca Juga:Jaminan Rp40 Triliun ke Himbara: Menkeu Pastikan Revisi Aturan Dana Kopdes Merah Putih Tuntas Minggu DepanHimbara Tolak Skema Pembiayaan Kopdes Rp216 T? Indef: Jaminan Dana Desa Belum Cukup!
Hilirisasi Desa: Dari Panen Langsung ke Pasar Modern
Salah satu terobosan utama yang disiapkan adalah penyediaan infrastruktur pascapanen. Zabadi menggarisbawahi bahwa masalah klasik petani, yakni daya tahan produk yang rendah, akan diatasi dengan teknologi.
”Semua produk lokal harus diserap koperasi. Hasil panen cabai, beras, hingga ikan akan masuk cold storage, lalu melalui proses standarisasi sebelum dilempar ke pasar modern atau diekspor,” ungkap Zabadi melalui keterangan resminya, Minggu (28/12).
Upaya industrialisasi pedesaan ini mencakup tiga pilar utama:
1. Nilai Tambah: Mengolah bahan mentah menjadi produk jadi di desa.
2. Packaging Modern: Standarisasi kemasan agar mampu menembus rak ritel nasional.
3. Kemandirian Produk: Mendorong produksi massal kebutuhan harian guna menekan ketergantungan pada barang impor.
Perang Melawan Tengkulak: Menjaga Harga Subsidi
Zabadi tidak menampik bahwa selama ini harga komoditas strategis sering dimainkan oleh spekulan. Kopdes Merah Putih hadir sebagai jaminan bahwa subsidi pemerintah benar-benar sampai ke tangan yang tepat.
– Nelayan: Kepastian akses Solar seharga Rp6.800 per liter.
– Petani: Distribusi pupuk bersubsidi yang tepat waktu dan sesuai HET (Harga Eceran Tertinggi).
– Masyarakat Umum: Penyaluran LPG, beras, hingga obat-obatan dengan harga resmi pemerintah.
Baca Juga:Menkop Ferry Akselerasi 80.000 Kopdes Merah Putih: Kunci 8 Persen Pertumbuhan Ekonomi NasionalKemenkop Genjot Digitalisasi Koperasi Desa dengan Tiga Platform Utama
Swasembada Pangan via Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Angle yang paling menarik perhatian publik adalah keterlibatan langsung Kopdes dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Koperasi ditugaskan mengonsolidasi peternak sapi perah lokal untuk memenuhi kebutuhan susu nasional.
”Kami ingin bahan baku program MBG murni berasal dari produksi rakyat desa, bukan hasil impor. Koperasi akan memastikan peternak kita menjadi prioritas utama,” tegas Zabadi.
