CIREBONINSIDER.COM – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menginstruksikan perombakan total tata kelola Program Pemagangan Indonesia–Jepang.
Langkah tegas ini diambil untuk menghapus beban biaya tinggi yang selama ini mencekik peserta. Terutama mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Menaker menegaskan bahwa program pemagangan harus murni menjadi jembatan peningkatan kompetensi dan transfer teknologi. Bukan dijadikan komoditas bisnis oleh pihak-pihak yang mencari keuntungan tidak wajar.
Baca Juga:Atasi Krisis 'Aging Society' Jepang, Kemnaker Akselerasi Transfer Teknologi Caregiver di BBPVP BekasiJepang Jadi Tujuan Utama, Pemkab Cirebon Kirim 77 Warganya untuk Kerja
Darurat Integritas di Tubuh Sending Organization (SO)
Dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Sending Organization di Jakarta, Rabu (24/12/2025), Yassierli menekankan bahwa integritas adalah harga mati. Ia menyoroti praktik biaya tinggi yang tidak masuk akal yang sering kali dibebankan kepada calon peserta magang.
”Saya ingin menegaskan pentingnya integritas, transparansi, dan akuntabilitas. Praktik yang tidak sejalan dengan prinsip tata kelola yang baik akan kami benahi total,” tegas Yassierli di hadapan 373 pimpinan SO se-Indonesia.
3 Strategi Transformasi Magang Jepang
Untuk menciptakan ekosistem yang bersih, Menaker memaparkan tiga langkah strategis yang akan menjadi standar baru ke depan:
1. Penyempurnaan Regulasi: Memperketat izin operasional Sending Organization (SO) agar lebih selektif. SO yang terbukti membebankan biaya di luar ketentuan terancam sanksi berat hingga pencabutan izin.
2. Ekosistem Satu Data: Integrasi sistem digital secara transparan untuk memantau proses pemberangkatan hingga kepulangan peserta secara real-time.
3. Optimalisasi Pasca-Magang: Memastikan alumni magang memiliki jalur penyerapan kerja di industri dalam negeri atau dukungan permodalan untuk kewirausahaan.
Membentuk Karakter, Bukan Sekadar Buruh
Dirjen Binalavotas Kemnaker, Darmawansyah, menambahkan bahwa fokus utama magang di Jepang adalah menyerap etos kerja dan budaya industri yang disiplin.
Baca Juga:Livin by Mandiri Tembus Pasar Jepang, Mudahkan Transaksi WNI di Negeri SakuraMenteri P2MI Perkuat Kerja Sama dengan Jepang untuk Kesejahteraan dan Peluang Kerja PMI
Program ini dirancang untuk membangun karakter talenta muda Indonesia, bukan sekadar mengirim tenaga kerja kasar.
”Penguatan tata kelola dan perlindungan peserta harus menjadi komitmen bersama antara pemerintah dan SO. Kami tidak ingin ada lagi cerita peserta magang yang terlilit utang sebelum berangkat,” pungkas Darmawansyah.
Prestasi Dunia: Modal Menuju Indonesia Emas
Di sela acara, Menaker juga memberikan penghargaan kepada Delegasi Indonesia yang sukses memborong medali di WorldSkills Asia Taipei 2025.
