CIREBONINSIDER.COM – Provinsi Jawa Barat kembali menegaskan supremasinya sebagai barometer inovasi nasional. Dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2025, Jabar secara mutlak mengamankan gelar Provinsi Terinovatif Klaster Regional II (Pulau Jawa). Sekaligus mencatatkan rekor sebagai provinsi dengan sebaran urusan konkuren terbanyak di Indonesia.
Penghargaan prestisius ini diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, Komjen Pol (Purn) Dr. Akhmad Wiyagus, kepada Wakil Gubernur Jawa Barat, H. Erwan Setiawan, di Grand Ballroom Kempinski, Jakarta, Rabu (10/12/2025).
Transformasi Digital: New Sambara Lipat Gandakan PAD
Inti dari supremasi Jabar tahun ini terletak pada keberhasilan New Sambara. Bukan sekadar aplikasi pelayanan, inovasi besutan Bapenda Jabar ini menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi yang luar biasa.
Baca Juga:Belajar dari Tragedi Sumatera, Gubernur Dedi Mulyadi Targetkan 'Revolusi Hijau' di Lereng Gunung JabarReformasi Pajak Mendesak, Dedi Mulyadi Kritik Sentralistik: Jabar Hanya Kebagian Rp140 T vs Jakarta Rp1.000 T
Data menunjukkan tren akselerasi yang impresif: Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor ini melonjak dari Rp545 miliar pada 2020 menjadi Rp1,1 triliun pada 2025.
Lonjakan lebih dari 100% ini membuktikan bahwa digitalisasi pajak di Jawa Barat telah mencapai level kematangan yang menjadi percontohan nasional.
Inovasi Humanis: Apartemen Transit untuk Rakyat
Jawa Barat tidak hanya unggul di ruang digital. Melalui Apartemen Transit (Disperumkim Jabar), pemerintah provinsi menghadirkan solusi konkret bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Inovasi non-digital ini melampaui sekadar penyediaan hunian. Ia merupakan ekosistem intervensi sosial yang memastikan warga kelas bawah mendapatkan akses kehidupan yang lebih layak dan bermartabat.
Indeks Inovasi yang Kian Matang
Keberhasilan memborong penghargaan ini selaras dengan lonjakan data pada Indeks Inovasi Daerah (IID). Jabar mencatatkan Skor Kematangan 84.92, naik signifikan dibandingkan tahun lalu sebesar 81.27.
Hingga batas akhir pelaporan Agustus 2025, BP2D Jawa Barat sukses mengawal 200 inovasi unggulan dari berbagai perangkat daerah. Angka ini mencerminkan budaya kerja kreatif yang telah merasuk ke dalam sistem birokrasi di Jawa Barat.
Kontribusi Nyata pada Peringkat Dunia
Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus, menyebut konsistensi Jabar sebagai katalisator kenaikan peringkat Indonesia di panggung global.
Baca Juga:Revolusi Kurikulum Jabar: Dedi Mulyadi Minta Sekolah Wajib Outdoor Learning, Siswa Bersihkan Sungai dan TanamEKSKLUSIF: Satu Orang Satu Hektare, Strategi Unik Gubernur Dedi Mulyadi Atasi Hutan Gundul dan Kemiskinan
”Inovasi daerah yang masif seperti di Jawa Barat adalah alasan mengapa Indonesia mampu melesat ke peringkat 55 dari 133 negara dalam Global Innovation Index 2025,” ungkapnya.
