Atasi Banjir Tahunan Kalijaga, Pemkot Cirebon dan BBWS Permanenkan Normalisasi Sungai Cikenis

Ilustrasi-Sungai
Pemerintah Kota Cirebon bersama BBWS Cimanuk-Cisanggarung menyepakati langkah normalisasi total dan penataan teknis Sungai Cikenis secara permanen. Foto: Ilustrasi/Pixabay.com

CIREBONiNSIDER.COM – Keluhan bertahun-tahun warga Kelurahan Kalijaga, Kota Cirebon, terkait ancaman banjir musiman akhirnya mendapat titik terang.

Pemerintah Kota Cirebon bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung resmi menyepakati langkah normalisasi total dan penataan teknis Sungai Cikenis secara permanen.

​Langkah strategis ini diambil menyusul terjadinya degradasi fungsi sungai yang sudah sangat mengkhawatirkan. Saat ini, penampang sungai tidak lagi mampu menampung lonjakan debit air setiap kali hujan deras mengguyur wilayah hulu.

Baca Juga:BBWS Cimancis Sulap Biaya Pompa Air Petani Jadi Nol Rupiah dengan Teknologi SuryaGaris Pantai Eretan Mundur 200 Meter! Indramayu Darurat Abrasi, BBWS Citarum Mulai Proyek Penyelamatan

​Bukan Seremonial, Aksi Nyata Dimulai 2026

​Wali Kota Cirebon, Effendi Edo sesuai menegaskan peninjauan lapangan pada Kamis (26/12) adalah langkah awal penyusunan dokumen teknis.

​”Wilayah Kalijaga ini sudah menjadi langganan banjir tahunan. Kami bersepakat dengan Kepala BBWS untuk menuntaskan persoalan ini secara komprehensif, bukan lagi penanganan parsial,” tegasnya di sela peninjauan.

​Pemerintah menargetkan perbaikan signifikan pada tahun 2026. Fokus utamanya adalah pemukiman padat di bantaran sungai yang menjadi titik paling krusial terdampak luapan air.

​Teknologi Pengendali: Pintu Klep dan Pompa

​Kepala BBWS Cimanuk-Cisanggarung, Dwi Agus Kuncoro, mengungkapkan pihaknya tengah menyiapkan quick design untuk memetakan titik rawan. Selain penguatan tebing di tikungan sungai yang rentan erosi, BBWS akan menerapkan dua teknologi kunci:

1. ​Pintu Klep Otomatis: Mencegah air sungai balik (backwater) ke saluran pemukiman saat debit sungai utama tinggi.

2. ​Sistem Pompa: Menarik genangan air dari area warga untuk dibuang secara paksa ke aliran sungai.

​”Kita tidak hanya membangun dindingl penahan tanah, tapi juga memastikan air di pemukiman bisa keluar meski sungai sedang penuh,” jelas Dwi.

Baca Juga:Pemkot Cirebon dan BBWS Normalisasi Sungai, Wali Kota: Demi Menjaga Keamanan Warga dari Ancaman BanjirWali Kota Cirebon Apresiasi BBWSCC Keruk Sungai Cipadu, Langkah Cepat Mengurangi Risiko Banjir

​Tantangan Kiriman Ailr dari Hulu

​Meski infrastruktur diperbaiki, Dwi mengingatkan bahwa posisi geografis Kota Cirebon sebagai daerah hilir memiliki tantangan besar. Banjir di Sungai Cikenis sangat bergantung pada kiriman air dari Kabupaten Cirebon dan Kuningan.

​Ia menekankan pentingnya sinkronisasi pengaturan pintu air di daerah irigasi saat hujan lebat agar beban di Sungai Cikenis tidak melampaui kapasitas.

​Harapan Baru bagi Ribuan Warga

​Rencana normalisasi permanen ini membawa angin segar bagi ribuan jiwa di bantaran Sungai Cikenis. Penataan ini diharapkan tidak hanya menekan risiko bencana, tetapi juga meningkatkan kualitas lingkungan dan nilai estetika kawasan.

0 Komentar