Jabar 'All Out' di Indramayu: Ribuan Mahasiswa Unpad Diterjunkan Jadi Agen Perubahan Ekonomi dan Pendidikan

Sekda Jawa Barat
Sekda Jawa Barat Herman Suryatman. Foto: Istimewa.

CIREBONINSIDER.COM – Kabupaten Indramayu bersiap menjadi pusat perhatian pembangunan di Jawa Barat pada awal tahun 2026.

Melalui kolaborasi strategis antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Indramayu, dan Universitas Padjadjaran (Unpad), wilayah “Kota Mangga” ini ditunjuk sebagai lokus utama pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik dengan skala besar.

Langkah ini bukan sekadar rutinitas akademik, melainkan sebuah misi intervensi pembangunan yang “dikawal langsung” oleh arahan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM).

Baca Juga:Jalan Usaha Tani dan Irigasi Rusak Parah, Petani Indramayu-Cirebon Ngadu ke DPRD JabarEvaluasi TKKSD Indramayu Soroti 3 Poin Krusial: Koordinasi Lemah dan PKS Mandek, Efisiensi KSD Terancam

Dalam Rapat Koordinasi (Rakor) KKN Unpad di Aula Bappeda Litbang Indramayu, Selasa (23/12/2025), Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar, Herman Suryatman, menegaskan bahwa kemajuan Jawa Barat tidak bisa dilepaskan dari kemajuan Indramayu.

“Jawa Barat tidak mungkin istimewa tanpa Indramayu yang istimewa. Begitu pula sebaliknya. Sinergi ini adalah kebutuhan mutlak untuk mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan,” ujar Herman di hadapan jajaran pejabat Pemkab Indramayu.

Herman mengungkapkan, kehadirannya merupakan mandat langsung dari Gubernur KDM.

Indramayu saat ini menjadi salah satu daerah yang mendapatkan atensi khusus dari Pemprov Jabar untuk dilakukan akselerasi pembangunan melalui “Paket Lengkap” KKN Tematik.

Ribuan Mahasiswa Unpad Turun ke 158 Desa

Komitmen ini dibuktikan dengan porsi penempatan mahasiswa yang sangat besar di Indramayu dibandingkan wilayah lain.

Direktur Pendidikan Non Gelar Unpad, drg. Erli Sarilita, merinci bahwa total ada 3.412 mahasiswa yang diterjunkan dalam program ini.

Dari jumlah tersebut, mayoritas atau sebanyak 2.635 mahasiswa akan disebar di 158 desa yang mencakup 31 kecamatan di Indramayu.

Sementara sisanya, sebanyak 777 mahasiswa, ditempatkan di Kabupaten Sumedang.

“Kami menitipkan para mahasiswa untuk belajar langsung dari denyut nadi kehidupan masyarakat. Ini adalah bentuk pengabdian nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jabar,” tutur Erli.

Mahasiswa dijadwalkan akan mengabdi selama 30 hari, mulai 9 Januari hingga 9 Februari 2026.

Target Lucky Hakim: Bedah Kemiskinan dan Pola Pikir

Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menyambut optimis “serbuan” intelektual muda ini.

Baca Juga:PUPR Indramayu Klaim Kemantapan Jalan Capai 88,12%, Pekerjaan Dikebut Hadapi Hambatan Truk Berat dan EfisiensiTEGAS! DPMD Indramayu Soroti Ketatnya SOP Pilwu Hybrid 2025: Jaminan Akuntabilitas Digital Lawan Skeptisisme

Ia mengakui, meskipun Indramayu memiliki potensi besar, tantangan pada sektor pendidikan dan angka kemiskinan di pelosok desa masih memerlukan kerja ekstra.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri mentransfer pengetahuan hingga ke pelosok. Kehadiran mahasiswa Unpad adalah keberkahan. Mereka akan menjadi agen perubahan yang menyampaikan ilmu secara aplikatif dan mudah dipahami masyarakat,” kata Lucky.

0 Komentar