Sementara di wilayah lain seperti Talun hingga Mundu, petugas melakukan pembersihan material sisa banjir serta monitoring intensif pada Daerah Aliran Sungai (DAS).
BPBD mencatat sebanyak 56 jiwa sempat mengungsi, namun kini telah kembali ke rumah masing-masing. Meski tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, sejumlah rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan material akibat terendam air dan luapan material sungai.
Sorotan Deforestasi: Hutan Jabar Tersisa 17 Persen
Kondisi ini mendapat perhatian serius dari Anggota DPR RI, Rokhmin Dahuri. Ia menekankan bahwa banjir berulang di Cirebon adalah alarm atas kerusakan ekologi yang lebih luas di Jawa Barat.
Baca Juga:Cirebon Darurat Banjir: 24 Desa Terendam, Jalur Utama Lumpuh, hingga Gudang Surya Toserba JebolBPBD Ungkap Biang Kerok Banjir Cirebon: Luapan 3 Sungai Kunci Rendam 3.864 Rumah di 10 Kecamatan
”Tutupan hutan di Jawa Barat saat ini hanya sekitar 17 persen, jauh dari batas ideal. Pengelolaan DAS harus diperbaiki total dan pembersihan saluran air harus rutin dilakukan. Ini adalah pembelajaran kolektif bagi pemerintah dan masyarakat untuk menjaga lingkungan,” ungkap Rokhmin.
Langkah Antisipasi Cuaca Ekstrem
Pemerintah Kabupaten Cirebon kini memfokuskan program pada penataan lingkungan yang lebih ramah ekologi.
Selain perbaikan fisik infrastruktur, kesadaran masyarakat dalam menjaga kelancaran saluran air menjadi kunci utama pencegahan di masa depan.
Dinas Sosial saat ini masih bersiaga untuk memberikan bantuan darurat bagi warga yang terdampak. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem yang diprediksi masih mungkin terjadi hingga pengujung tahun.(*)
