CIREBONINSIDER.COM – Najhah Barnamij resmi terpilih menakhodai Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Cirebon periode 2025-2030.
Dalam suksesi yang berlangsung dinamis di Apita Tower, Minggu (21/12/2025), Najhah Barnamij membawa misi besar: Rejuvenasi atau penyegaran peran perempuan muda NU di tengah tantangan zaman.
Najhah terpilih secara demokratis dalam sidang pleno Konferensi Cabang (Konfercab) setelah mengantongi 20 suara. Ia unggul atas kandidat lainnya, Siti Habibatul Azizah, yang memperoleh 11 suara.
Baca Juga:Redam Gejolak, PBNU Pertimbangkan Seruan Said Aqil dan Yenny Wahid Soal TambangPCNU Cirebon Lahirkan 2 Program Unggulan: Kalender Abadi dan Sertifikasi Wakaf Gratis
Kemenangan ini sekaligus menandai babak baru bagi organisasi perempuan muda Nahdliyin di “Kabupaten Cirebon”.
Lebih dari Sekadar Ganti Ketua
Ketua Panitia, Alifatul Arifiati, menegaskan bahwa Konfercab kali ini bukan hanya ajang seremoni pergantian figur.
Dengan tema “Rejuvenasi Kepemimpinan Perempuan Muda NU, untuk Masyarakat yang Berdaya, Mengakar dan Berdampak”, Fatayat dituntut untuk berlari lebih kencang.
”Tujuannya adalah bagaimana Fatayat ke depan tetap memiliki visi yang kuat dan semangat yang terus remaja (rejuvenated). Kami ingin organisasi ini benar-benar berdampak nyata bagi masyarakat,” ujar Alifatul.
Warisan Garfa dan Tantangan Masa Depan
Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Cirebon, KH Aziz Hakim Syaerozy, yang hadir memberikan amanat, memberikan rapor hijau bagi kepengurusan periode sebelumnya di bawah pimpinan Roziqoh, M.Pd.
Kiai Aziz menyoroti lahirnya Garda Fatayat (Garfa) sebagai warisan monumental. “Ini adalah lompatan besar. Fatayat kini memiliki barisan pengamanan dan tim taktis mandiri. Ini prestasi yang harus dilanjutkan dan dikembangkan oleh kepemimpinan Najhah,” tegasnya.
Talkshow Strategis: Menjawab Tantangan Digital di Tengah Nilai Pesantren
Sebelum ketuk palu pemilihan, acara diawali dengan diskusi mendalam yang menghadirkan tokoh-tokoh berpengaruh, di antaranya:
– Dr. Sophi Zulfia, SH., MH. (Ketua DPRD Kabupaten Cirebon)
– Dr. Dzarrotul Jannah (Akademisi)
– Nyai Hj. Yenni Ainul Widad (Pengasuh Pesantren)
– Nyai Hj. Thoatillah Jafar (Jaringan KUPI)
Baca Juga:Tantangan Jauh Lebih Kompleks, Ketua PCNU Kabupaten Cirebon Tegaskan Dai Saat Ini Harus AdaptifBILAH NU Cirebon Latih Ratusan Juru Sembelih Halal, Kuasai Fikih hingga Teknik Asah Pisau
Para panelis sepakat bahwa tantangan terbesar Fatayat saat ini adalah adaptasi digital. Perempuan muda NU dituntut melek teknologi namun tetap berdiri kokoh di atas nilai-nilai pesantren dan kearifan lokal.
Detail Perolehan Suara
Proses pemilihan berlangsung hingga petang dengan pengawasan ketat dari pengurus wilayah. Dari total 36 Pimpinan Anak Cabang (PAC) yang memiliki hak suara, dinamika muncul sejak tahap pencalonan:
