CIREBONINSIDER.COM – Kabupaten Indramayu resmi menancapkan taringnya sebagai pemain utama dalam peta industri Jawa Barat.
Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menegaskan komitmennya mengubah wajah ekonomi daerah dengan memberikan berbagai kemudahan bagi para pemodal yang ingin masuk ke Bumi Wiralodra.
Komitmen tersebut dibuktikan melalui prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Kawasan Industri di Desa Mekarwaru, Kecamatan Gantar, Senin (22/12/2025).
Baca Juga:Atasi Kemiskinan di Indramayu, BP Taskin: Perlu Pengembangan Pertanian Berbasis Industri ModernKemnaker Sampaikan Pokok Utama dan Tujuan Revisi PP 7/2025, Terkait Industri Padat Karya
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Indramayu siap bersaing dengan kawasan industri di wilayah Bekasi dan Karawang.
Reformasi Perizinan: Tanpa Hambatan
Bupati Lucky Hakim secara terang-terangan menjanjikan “karpet merah” bagi pengusaha dan investor. Istilah “obral kemudahan” yang diusungnya merupakan bentuk nyata dari reformasi birokrasi yang kini jauh lebih cepat, transparan, dan terintegrasi melalui sistem digital.
”Kami ingin investor melihat Indramayu sebagai rumah yang nyaman. Perizinannya sangat mudah, birokrasinya kita pangkas, dan yang terpenting, zona industrinya sudah terkunci dalam peta tata ruang. Tidak ada lagi keraguan soal kepastian hukum,” ujar Lucky Hakim di hadapan Sekda Aep Surahman dan jajaran Kepala Perangkat Daerah.
Data Teknis: Gantar Sebagai Pusat Industri Berat
Kecamatan Gantar diproyeksikan menjadi tulang punggung baru industri berat di Jawa Barat bagian timur. Berdasarkan data teknis pengembangan, kawasan ini memiliki beberapa keunggulan strategis:
– Luas Lahan Potensial: Pengembangan tahap awal mencakup ratusan hektar yang terintegrasi dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Indramayu.
– Konektivitas: Lokasi yang strategis karena memiliki akses yang dekat dengan gerbang tol dan jalur logistik utama pantai utara (Pantura).
– Kesiapan Zona: Lahan di Mekarwaru telah ditetapkan sebagai zona hijau industri, yang memudahkan proses Amdal dan izin lingkungan bagi perusahaan manufaktur.
Baca Juga:DPRD Majalengka Dukung Gagasan KDM Jadikan BIJB Kertajati Pusat Industri Pertahanan NasionalPecah Rekor! Petani Kedokan Bunder Indramayu Panen Padi 12,11 Ton Per Hektar, Ini Rahasianya
Multiplier Effect: Solusi Pengangguran
Lucky Hakim meyakini bahwa berdirinya pabrik-pabrik besar akan menjadi solusi nyata atas masalah pengangguran.
Proyeksi serapan tenaga kerja dari satu kawasan industri ini diperkirakan mencapai ribuan orang, memprioritaskan warga lokal Indramayu.
”Target kita jelas: Kesejahteraan masyarakat. Jika industri berat masuk, lapangan kerja terbuka luas, sektor UMKM di sekitar pabrik akan tumbuh, dan daya beli masyarakat otomatis naik. Ini adalah masa depan ekonomi Indramayu,” tambahnya optimis.
