“Jalan Pramuka tergenang parah hingga kendaraan tidak berani melintas. Air meluap dari Kali Kedungwungu dan limpasan hutan kota,” jelasnya.
Sentimen Warga: “Butuh Solusi Permanen, Bukan Asesmen”
Berulangnya banjir di titik-titik yang sama, seperti perempatan Bypass Pemuda dan Desa Dawuan, memicu desakan keras dari aparat desa dan warga.
Pendangkalan sungai akibat sedimentasi serta sistem drainase yang buruk dituding sebagai penyebab utama banjir tak kunjung usai.
Baca Juga:BPBD Ungkap Biang Kerok Banjir Cirebon: Luapan 3 Sungai Kunci Rendam 3.864 Rumah di 10 KecamatanMELUAS! Banjir Cirebon Kepung 22 Desa, BPBD Sebut 6.530 Warga Terdampak dan Infrastruktur Kritis Terancam
BPBD mengimbau adanya langkah normalisasi sungai secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. Tanpa perbaikan infrastruktur permanen, wilayah Cirebon dipastikan akan terus menjadi korban “rutinitas” banjir kiriman setiap musim hujan tiba.
Hingga berita ini diturunkan, sebagian wilayah di Sumber dan Talun mulai surut, namun status siaga tetap diberlakukan di Kecamatan Plumbon dan Tengah Tani mengingat potensi hujan susulan yang masih tinggi.(*)
