CIREBONINSIDER.COM – Sektor pertanian Indonesia kini tak lagi dipandang sebelah mata. Sebuah transformasi besar sedang terjadi. Dunia tani bertransformasi menjadi magnet baru bagi generasi milenial dan Gen Z.
Tak tanggung-tanggung, lebih dari 300.000 pemuda di empat provinsi besar telah bergabung dalam gerakan masif yang dimotori oleh Kementerian Pertanian (Kementan). Angka fantastis ini menandai era baru modernisasi pangan di tanah air.
Keberlanjutan Program YESS: Lebih dari Sekadar Pelatihan
Keberhasilan ini terungkap dalam seremoni serah terima hasil program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) di Jakarta, Kamis (19/12).
Baca Juga:Mentan Amran Instruksikan Satgas Pangan Sikat Penimbun dan Pelanggar HET Nataru!Wamentan Sudaryono Klaim Swasembada Beras-Jagung Tercapai, Prabowo-Amran Siapkan Target Pangan 5 Tahun
Program strategis hasil kolaborasi Kementan dan IFAD ini kini resmi memasuki fase keberlanjutan. Fokusnya jelas: mencetak wirausahawan tangguh yang mampu mengubah wajah desa menjadi pusat ekonomi.
”Pasukan Khusus” Pengawal Indonesia Emas
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa regenerasi petani adalah “harga mati” bagi kedaulatan bangsa.
Beliau memandang para pemuda sebagai pasukan khusus yang akan menentukan nasib perut 280 juta rakyat Indonesia.
“Generasi muda adalah kekuatan yang harus kita persiapkan untuk mengawal Indonesia menjadi negara emas,” tegas Mentan Amran.
Senada dengan hal tersebut, Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menyatakan bahwa program YESS adalah bukti nyata bahwa pemuda desa mampu menjadi lokomotif ekonomi jika diberi fasilitas dan teknologi yang tepat.
Inklusivitas: Merangkul Perempuan hingga Disabilitas
Sejak 2019, Program YESS telah menjangkau 19 kabupaten di Provinsi Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan
Uniknya, kekuatan program ini terletak pada inklusivitas. YESS terbukti mampu merangkul kaum perempuan, penyandang disabilitas, hingga masyarakat adat untuk melek teknologi pertanian.
Baca Juga:DPR Puji 'Excellent Leadership' Mentan Amran: Swasembada Beras dan NTP Melonjak SignifikanMentan Amran Tegas Copot Eselon II dan III di Subang, Sewakan secara Ilegal Lahan Kementan 299 Hektare
Sebagai simbol modernisasi, Kementan juga menyerahkan unit traktor kepada Brigade Pangan guna mempercepat mekanisasi lahan.
Mendorong Payung Hukum Swasembada
Agar momentum ini tidak meredup, Kementan tengah menyusun naskah kebijakan bertajuk “Regenerasi Petani untuk Percepatan Pencapaian Swasembada Pangan Berkelanjutan”.
Langkah ini bertujuan untuk mendorong lahirnya regulasi resmi (payung hukum) yang memperkuat posisi petani muda secara nasional.
