Bosan Cirebon Cuma Jadi Pajangan Sejarah, Effendi Edo Desak Revolusi 'Living Heritage'

Effendi Edo
Wali Kota Cirebon Effendi Edo. Foto: Pemkot Cirebon.

​CIREBONINSIDER.COM – Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, melontarkan kritik tajam sekaligus seruan aksi terhadap pola pengelolaan potensi daerah yang selama ini dinilai kurang progresif.

Ia menegaskan, kekayaan sejarah Cirebon yang melegenda tidak boleh hanya berhenti menjadi “pajangan” statis atau sekadar narasi kebesaran masa lalu.

​Hal tersebut ditegaskan Edo dalam forum silaturahmi bertajuk “Menyatukan Langkah dan Menguatkan Cirebon” yang digelar di The Radiant Center, Tangerang Selatan, Jumat (19/12/2025).

Baca Juga:Cirebon 2027: Strategi Wali Kota Effendi Edo Pacu Ekonomi 7,41% di Tengah Efisiensi NasionalPecah Rekor! Petani Kedokan Bunder Indramayu Panen Padi 12,11 Ton Per Hektar, Ini Rahasianya

Di hadapan tokoh masyarakat, pemerhati budaya, dan sejumlah kepala daerah, ia menuntut adanya lompatan konkret melalui konsep Living Heritage.

​“Cirebon kaya akan sejarah dan budaya, tapi jika kita hanya berdiam diri tanpa aksi nyata, semuanya akan percuma. Mari kita berhenti hanya bicara soal potensi dan mulai lakukan sesuatu yang nyata untuk Cirebon yang lebih maju,” tegas Effendi Edo dengan nada bicara yang optimistis.

​Visi 2025-2029: Ekonomi Berbasis Budaya

​Wali Kota menekankan bahwa kolaborasi kolektif dari seluruh pemangku kepentingan adalah kunci utama untuk menyukseskan visi pembangunan Kota Cirebon periode 2025-2029.

Pemerintah Kota berkomitmen menghadirkan perubahan signifikan melalui pengembangan kawasan wisata yang terintegrasi.

​Fokus utama diarahkan pada penguatan jati diri budaya lokal sebagai motor penggerak ekonomi (culture-driven economy).

Edo berharap dialog ini mampu melahirkan keselarasan antara aspirasi para pegiat budaya dengan program strategis pemerintah.

​“Kita ingin menciptakan ekosistem pariwisata yang tidak hanya indah secara fisik, tetapi juga hidup secara nilai,” tambahnya.

Baca Juga:Awas Bumerang Regulasi! Kemenag Rilis 4 Pedoman Pendidikan Inklusif, Status Guru Pembimbing Khusus DigugatOJK Cirebon 'Gas' Program Pintar: 100 UMKM Desa Kedongdong Kidul Jadi Pilot Project Nasional Akses Modal Aman

​Peta Jalan Strategis: Menghidupkan Kembali Roh Kota

​Menjawab instruksi Wali Kota, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cirebon, Agus Sukmanjaya, memaparkan peta jalan strategis pariwisata bertajuk “Setara dan Berkelanjutan”.

Target besarnya adalah menghidupkan kembali roh Living Heritage agar mampu bersaing di level internasional. ​Pemerintah telah memetakan tiga kawasan prioritas utama:

1. ​Wisata Keraton: Revitalisasi menyeluruh di Kasepuhan, Kanoman, Kacirebonan, dan Kaprabonan sebagai pusat peradaban dunia.

2. ​Wisata Bahari: Optimalisasi area Kejawanan dengan konsep blue economy yang berkelanjutan.

3. ​Kawasan Kota Lama: Revitalisasi bangunan bersejarah dengan fasilitas publik ikonik tanpa merusak nilai historis.

0 Komentar