Akhiri Derita Rob Puluhan Tahun, KDM dan Lucky Hakim Sulap Eretan Jadi Kampung Nelayan Modern

Ilustrasi-Pantai-Eretan-Indramayu
Garis Pantai Eretan Indramayu darurat abrasi. Hingga kini sudah mundur 200 meter. Karena itu BBWS Citarum memulai proyek multi-tahun menangkal abrasi. Foto: Ilustrasi/pixabay.com

​”Relokasi ini dilakukan bertahap selama 2 hingga 3 tahun. Jaraknya pun kita atur maksimal hanya 2 kilometer dari lokasi awal, agar nelayan tetap dekat dengan lautnya,” tambah Lucky.

​Skema Bantuan Rp10 Juta dan Dilema Warga

​Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jabar, Dikky Achmad Sidik, menjelaskan bahwa setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) akan menerima stimulan sebesar Rp10 juta. Warga juga diperbolehkan mengambil material bangunan lama untuk digunakan kembali di lahan relokasi yang baru.

​Namun, di balik optimisme pemerintah, terselip kekhawatiran dari warga. Satirah, warga Blok Karang Menyan, mengungkapkan perasaan campur aduknya.

Baca Juga:Garis Pantai Eretan Mundur 200 Meter! Indramayu Darurat Abrasi, BBWS Citarum Mulai Proyek Penyelamatan93 Unit Rumah untuk Nelayan Terdampak Rob Eretan, Bupati Indramayu: Kami Ingin Warga Tinggal di Tempat Aman

​”Senang karena diperhatikan, tapi sedih juga karena harus meninggalkan rumah lama. Harapan kami cuma satu, jangan jauh-jauh dari laut. Hidup kami ini nelayan, kalau jauh dari Eretan, kami kerja apa?” tutur Satirah yang saat ini masih bertahan di rumahnya yang terendam air.

​Program relokasi ini akan menjadi pembuktian bagi duet KDM-Lucky Hakim dalam mengatasi masalah klasik pesisir Indramayu yang telah mengakar selama hampir setengah abad. (*)

0 Komentar