Akhiri Derita Rob Puluhan Tahun, KDM dan Lucky Hakim Sulap Eretan Jadi Kampung Nelayan Modern

Ilustrasi-Pantai-Eretan-Indramayu
Garis Pantai Eretan Indramayu darurat abrasi. Hingga kini sudah mundur 200 meter. Karena itu BBWS Citarum memulai proyek multi-tahun menangkal abrasi. Foto: Ilustrasi/pixabay.com

CIREBONINSIDER.COM – Pesisir Eretan Indramayu yang selama puluhan tahun terkepung banjir rob dan ancaman abrasi kini mulai menatap fajar baru.

Kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah Gubernur Dedi Mulyadi (KDM) dan Pemerintah Kabupaten Indramayu di bawah Bupati Lucky Hakim, resmi memulai megaproyek relokasi dan penataan kawasan pesisir secara masif.

​Proyek ambisius ini tidak hanya sekadar memindahkan warga, tetapi juga melibatkan kucuran dana pusat senilai Rp500 miliar untuk membangun benteng pertahanan laut (tanggul) dan hunian vertikal modern bagi ribuan jiwa yang terdampak.

Baca Juga:Garis Pantai Eretan Mundur 200 Meter! Indramayu Darurat Abrasi, BBWS Citarum Mulai Proyek Penyelamatan93 Unit Rumah untuk Nelayan Terdampak Rob Eretan, Bupati Indramayu: Kami Ingin Warga Tinggal di Tempat Aman

​Target Maret 2026: Pindah Dulu, Rumah Menyusul

​Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa keselamatan warga adalah prioritas mutlak. Dalam kunjungannya ke Desa Eretan Wetan, Kamis (18/12/2025), KDM menginstruksikan agar proses evakuasi dan relokasi dilakukan tanpa menunda-nunda.

​”Sudah puluhan tahun warga hidup dalam air. Kita tidak ingin mereka terus bertaruh nyawa. Tahun depan kita siapkan rumahnya, yang penting sekarang pindah dulu ke tempat yang aman. Maksimal Maret 2026, proses fisik relokasi harus sudah berjalan,” tegas KDM di hadapan warga Kecamatan Kandanghaur.

​Gagasan KDM adalah menyulap kawasan ini menjadi Kampung Nelayan Eretan. Tahap awal mencakup 207 keluarga untuk rumah tapak, sementara 1.000 keluarga lainnya akan direlokasi ke apartemen rakyat (hunian vertikal) yang lebih tertata dan higienis.

​Sinergi Rp500 Miliar: Tanggul dan Pengerukan Sungai

​Bupati Indramayu, Lucky Hakim, mengungkapkan bahwa penanganan Eretan adalah kerja kolosal lintas sektor. Ia menyebutkan, lobi ke pemerintah pusat membuahkan hasil signifikan dengan disetujuinya pembangunan tanggul penahan ombak raksasa.

​”Pemerintah pusat sudah mengetuk anggaran sekitar Rp500 miliar. BBWS juga akan melakukan pengerukan sungai dan penguatan tanggul agar air tidak lagi meluap ke pemukiman,” jelas Lucky.

​Ia merinci skema hunian yang tengah disiapkan:

– ​90 Unit Eksisting: Sudah rampung dibangun melalui Kemensos.

– ​200 Unit Tambahan: Segera menyusul melalui skema hunian tetap dan rusun.

– ​Ekosistem Baru: Kawasan relokasi dirancang terintegrasi dengan Ruang Terbuka Hijau (RTH), taman bermain, hingga zona UMKM agar ekonomi nelayan tidak lumpuh pascarelokasi.

0 Komentar