TARGET Rp10 Miliar! Baznas Kuningan Wajibkan Zakat ASN via Payroll 2026, Siap Bangun 150 Rumah Gratis

Ke Baznas
Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar (tengah) di kantor Baznas Pusat di Jakarta. Foto: Pemkab Kuningan.

CIREBONINSIDER.COM – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kuningan baru-baru ini menyalurkan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) senilai Rp5,733 miliar kepada 5.267 penerima (mustahik) untuk periode November 2024 hingga Oktober 2025. Penyaluran masif ini menandai komitmen vital dalam upaya percepatan pengentasan kemiskinan di daerah tersebut.

​Di tengah laporan kinerja yang solid, Baznas Kuningan bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuningan tengah menyiapkan terobosan strategis dan ambisius: implementasi sistem pembayaran zakat Aparatur Sipil Negara (ASN) berbasis payroll yang ditargetkan mulai berlaku pada tahun 2026.

Skema kewajiban ini diperkirakan mampu melipatgandakan penghimpunan dana ZIS hingga lebih dari 100%, dari rata-rata Rp5 miliar menjadi Rp8 miliar hingga Rp10 miliar per tahun.

Baca Juga:Bupati Kuningan Ngamen ke Pusat, Dapat Bantuan untuk Masyarakat dari Baznas PusatWali Kota Cirebon Terima Penghargaan Baznas Awards 2025

Lonjakan Kepercayaan dan Alokasi Dana ZIS Detail

​Ketua Baznas Kuningan, Yayan Sofyan, menyatakan peningkatan penyaluran dana zakat ini mencerminkan tingginya kepercayaan publik terhadap tata kelola zakat yang transparan dan profesional di Kuningan.

​”Kami berkomitmen menjaga amanah umat dan memastikan bantuan disalurkan tepat sasaran untuk mendukung percepatan pengentasan kemiskinan,” ujar Yayan dalam keterangannya di Kuningan, Jumat (pekan lalu).

​Dana ZIS sebesar Rp5,733 miliar tersebut dialokasikan secara terperinci melalui lima pilar program utama Baznas Kuningan:

– ​Kemanusiaan: Rp3 miliar (52,3%)- ​Kuningan Cerdas: Rp1 miliar (17,4%)- ​Kuningan Takwa-Advokasi: Rp680 juta (11,8%)- ​Kuningan Makmur: Rp390 juta (6,8%)- ​Kuningan Sehat: Rp200 juta (3,5%)

​Baznas juga mencatat adanya penghimpunan tambahan sebesar Rp2,225 miliar yang berasal dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) instansi pemerintah. Hal ini menegaskan partisipasi aktif dari sektor birokrasi dalam mendukung program ZIS.

​Fokus Kritis 2026: Kolaborasi Payroll dan Program Inovatif

​Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menegaskan bahwa zakat merupakan instrumen strategis yang paling efektif untuk mempersempit ketimpangan sosial dan memperkuat fondasi ekonomi umat.

​”Zakat mempersempit jarak antara yang mampu dan yang kurang beruntung. Antusiasme masyarakat mulai tumbuh dan kepercayaan ini harus dijaga,” kata Bupati Dian.

Baca Juga:Resmi: Pendaftaran Calon Anggota Baznas Dibuka, Ini Tahapan Seleksi dari KemenagWakaf Produktif Kemenag Sasar Kemiskinan Ekstrem, Cirebon Jadi Percontohan Nasional

​Menjelang tahun 2026, Pemkab Kuningan akan memperkuat kolaborasi dengan Baznas yang berfokus pada percepatan pengentasan kemiskinan, didorong potensi peningkatan dana signifikan dari sistem payroll ASN.

0 Komentar