CIREBONINSIDER.COM – Penjabat (Pj) Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Zulfa Mustofa, melanjutkan safari konsolidasi kepemimpinan pasca-rapat pleno di Jakarta dengan mengunjungi Jawa Barat.
Pada Minggu (14/12), Kiai Zulfa hadir di Bandung untuk memperkuat soliditas internal dan menegaskan kembali tugas fundamental NU: berkhidmat untuk umat dan bangsa, serta menolak segala bentuk perpecahan.
Kunjungan ini merupakan langkah cepat PBNU dalam penertiban organisasi di tingkat wilayah, sekaligus penjaminan NU berjalan tegak lurus pada khittah-nya.
Baca Juga:Mosi Tak Percaya! Forum Kiai NU Jawa Desak PBNU Segera Gelar Muktamar Luar BiasaDualisme PBNU Memanas: Kubu Gus Yahya Tolak Pj Ketum, Rapat Pemakzulan Disebut Langgar AD/ART dan Kuorum
Konsolidasi Intensif di Jantung Organisasi Jabar: Soliditas adalah Kunci
Silaturahim strategis ini dipusatkan di Gedung Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat. Pertemuan ini menyatukan Kiai Zulfa dengan seluruh elemen penting Nahdlatul Ulama Jabar, mulai dari jajaran PWNU, Badan Otonom (Banom), Lembaga-Lembaga NU, hingga kehadiran perwakilan Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah dari 27 Pengurus Cabang (PCNU) se-Jawa Barat.
Aksi cepat ini, yang telah dimulai dari Banten dan wilayah strategis lainnya, menunjukkan komitmen PBNU dalam menstabilkan dan memastikan roda organisasi berjalan optimal di seluruh tingkatan.
KH Zulfa Mustofa secara lugas menyampaikan bahwa pertemuan ini memiliki signifikansi tinggi untuk menjaga keutuhan, fokus, dan ketertiban organisasi di tengah dinamika yang ada.
”Silaturahim ini penting untuk merawat kebersamaan, menjaga ketertiban organisasi, dan memastikan NU tetap berjalan sesuai khitahnya sebagai jam’iyyah diniyyah ijtima’iyyah—organisasi keagamaan dan kemasyarakatan,” ungkap Kiai Zulfa, menekankan pentingnya disiplin organisasi.
Penegasan Kritis: Fokus Pelayanan, Larangan Melemahkan
Dalam arahannya, Kiai Zulfa Mustofa memberikan pesan yang tajam dan menguatkan. Ia mengajak seluruh pengurus NU di Jabar untuk fokus pada peran pelayanan (khidmah) kepada umat dan menjaga NU sebagai rumah besar yang inklusif bagi seluruh warga Nahdliyin.
”Tugas kita bukan saling melemahkan, tapi saling menguatkan. Ini adalah pesan utama. NU harus terus hadir memberi manfaat, menenangkan umat, dan berkhidmat untuk bangsa,” tegasnya, sebuah pernyataan yang menegaskan arahan PBNU terhadap seluruh pengurus.
