– Lokasi Pariwisata Prioritas: Becak listrik akan ditempatkan di dua lokasi wisata ikonik yang memiliki arus pengunjung tinggi, yakni Makam Sunan Gunung Jati dan Kawasan Batik Trusmi.
”Nanti kita coba bikin terminal khusus becak listrik. Kita akan tempatkan juga di kawasan Batik Trusmi dan Makam Sunan Gunung Jati agar mereka bisa menjaring wisatawan,” tambah Jigus.
Investasi Jangka Panjang: Lebih dari 4.000 Unit Sudah Terdistribusi
YGSI menjelaskan, setiap unit becak listrik memiliki nilai jual yang cukup tinggi, mencapai Rp22 juta.
Baca Juga:Cirebon Katon Festival 2025: Jurus Pemkab Cirebon Jaga Nilai Sakral Tradisi di Tengah Gempuran KomersialisasiSelain Sentra Batik, Trusmi Kini Jadi Destinasi Wisata Kuliner Cirebon yang Ramai Pengunjung
Hingga tahun ini, pihaknya telah mendistribusikan total 3.500 unit becak listrik di seluruh Indonesia. Jumlah ini menambah total distribusi yang sudah mencapai lebih dari 4.000 unit jika digabungkan dengan tahun sebelumnya.
Atas tingginya nilai investasi ini, Nani meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon untuk turut serta dalam pengawasan, memastikan unit becak listrik tidak dipindahtangankan dan benar-benar dimanfaatkan oleh para penerima manfaat.
Pemberian unit becak, alih-alih bantuan modal tunai, dilakukan dengan pertimbangan bahwa para penerima manfaat adalah profesional yang paling berpengalaman dalam mengoperasikan becak, sehingga risiko kegagalan usaha baru dapat diminimalisir.(*)
