TEGAS! DPMD Indramayu Soroti Ketatnya SOP Pilwu Hybrid 2025: Jaminan Akuntabilitas Digital Lawan Skeptisisme

Ilustrasi-Pemilihan-Kuwu-Indramayu
Pemkab Indramayu berkomitmen untuk melanjutkan persiapan Pemilihan Kuwu (Pilwu) serentak di 139 desa pada Desember 2025. Foto: Ilustrasi/Pixabay.com

CIREBONINSIDER.COM – Pemilihan Kuwu (Pilwu) Serentak 2025 di Indramayu dengan sistem Digital Hybrid memunculkan tantangan besar. Pemerintah daerah kini menekan akuntabilitas data digital dan ketaatan panitia terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) sebagai kunci sukses.

Inovasi Pilwu Digital Hybrid ini ditargetkan mampu menjamin proses yang rapi dan dapat dipertanggungjawabkan di 139 desa.

​Tekanan DPMD: Kesiapan dan Pemahaman Menyeluruh Panitia

​Plt Kepala DPMD Indramayu, Kadimid, menekankan bahwa metode pemilihan digital ini menuntut kesiapan dan pemahaman menyeluruh dari Panitia Pilwu Serentak.

Baca Juga:Indramayu Mulai Distribusi Perangkat E-Voting Pilwu 2025, Klaim Keamanan Berlapis Sistem Hybrid Jadi SorotanJanji Anti-Provokasi, Calon Kuwu Indramayu Tanda Tangani Ikrar Tolak Fitnah dan Hoax Pilwu

​“Pemilihan secara digital ini menuntut kesiapan dan pemahaman yang menyeluruh dari panitia Pilwu Serentak 2025, sehingga harus mematuhi SOP. Ini bukan hanya soal teknologi, tetapi mengenai komitmen menjaga kepercayaan masyarakat,” tegas Kadmidi.

​Tantangan Kepatuhan dan Kepercayaan Publik

​Keputusan menggunakan e-voting di satu sisi diapresiasi karena menjanjikan efisiensi dan kecepatan. Namun, di sisi lain, hal ini menimbulkan tuntutan tinggi dari calon Kuwu dan masyarakat mengenai transparansi data.

​Oleh karena itu, DPMD memastikan setiap panitia wajib memahami seluruh alur kerja digital, meliputi: ​Cara mengoperasikan perangkat VoteNow, ​alur pemungutan suara (end-to-end), ​sistem pengamanan data dan penyegelan perangkat.

​Kadmidi juga mewanti-wanti aspek teknis lainnya, termasuk jadwal pembukaan rekap suara, pembagian tim teknis, hingga penandatanganan SOP/Juknis yang ketat.

​Resi Fisik sebagai Lapisan Audit Trail (Kunci Akuntabilitas)

​Untuk mengatasi skeptisisme terhadap data digital, sistem hybrid ini mengadopsi prosedur pengamanan penting: setiap pemilih yang selesai memilih di tablet e-voting akan mendapatkan Resi Pilihan yang dicetak oleh printer. Resi ini kemudian dimasukkan ke dalam kotak suara fisik.

​Fitur ini menjadi lapisan pengaman akuntabilitas yang vital, disebut sebagai Audit Trail. Resi fisik berfungsi sebagai bukti konkret di lapangan yang dapat dihitung ulang secara manual jika terjadi sengketa, memastikan hasil digital dapat diverifikasi silang.

​”Pemkab Indramayu berkomitmen menyukseskan kontestasi Pilwu Serentak 2025 hybrid yang transparan, akuntabel, aman, dan memberikan kemudahan bagi masyarakat,” tutup Kadmidi.

Baca Juga:RESMI! Seleksi Ketat Pilwu Serentak 2025 Indramayu Dimulai: Bakal Calon Kuwu Wajib Ikuti Tes Berbasis KomputerIndramayu Pastikan Pilwu Serentak 2025 Tetap Berjalan, Bantah Isu Penundaan

Ia kembali menegaskan, kunci sukses terletak pada kepatuhan penuh seluruh stakeholder terhadap regulasi dan SOP yang telah ditetapkan.(*)

0 Komentar