”Jadi nomor satu, kami introspeksi diri, di mana kami bukan memimpin tapi mengayomi. Yang kedua, tidak mungkin juga kami bertransformasi tanpa dukungan pengambil kebijakan,” jelas Erick.
Acara yang berlangsung hingga Minggu (7/12) ini mempertemukan pemangku kebijakan (kementerian/lembaga) dengan pelaku industri, investor, atlet, hingga puluhan komunitas dan jenama olahraga.
Sejumlah agenda seperti diskusi panel, pameran industri, dan job fair diadakan untuk menciptakan peluang baru. Menumbuhkan pola pikir maju (mindset) di Kemenpora dan pelaku industri.
Baca Juga:Reshuffle Kabinet Jilid II: Erick Thohir Jadi Menpora, Gantikan DitoCirebon Siapkan 100 UMKM Naik Kelas Global: Wawali Desak Kuasai Transaksi Nontunai dan Medsos
Beberapa pemangku kepentingan (stakeholder) penting seperti FIFA, Garena, hingga PT GSI turut hadir untuk menjalin komunikasi dan jejaring.
Daya Tarik Global: Nesta dan Cambiasso Kunjungi Miniatur Training Center IKN
Daya tarik internasional ISS 2025 diperkuat dengan kehadiran dua legenda Serie A, Alessandro Nesta (AC Milan) dan Esteban Cambiasso (Inter Milan). Kehadiran mereka menunjukkan ISS menjadi platform global yang strategis.
Seusai menjadi pembicara, Menpora Erick Thohir menyambut dan mengajak kedua mantan pesepak bola tersebut mengunjungi lapak FIFA.
Di sana, mereka melihat miniatur fasilitas pusat pelatihan nasional sepak bola di Ibu Kota Nusantara (IKN) yang dikembangkan dengan dukungan dana hibah FIFA senilai Rp85,6 miliar.
Menpora mengatakan, keterlibatan berbagai pihak. Termasuk publik figur dan stakeholder global, adalah sinyal kuat bahwa ISS menjadi ruang yang strategis untuk memajukan industri olahraga.
”Yang kita inginkan adalah kita harus menjadi kekuatan baru di industri olahraga dunia,” tutupnya.(*)
