CIREBONINSIDER.COM – Ambisi besar Kontingen Indonesia di SEA Games Thailand 2025 kini memiliki angka pasti. Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) resmi menetapkan target perolehan 80 medali emas sebagai tolok ukur sukses.
Target ini merupakan hasil final dari proses review dan seleksi ketat yang melibatkan Tim Review, KONI, dan KOI, dengan tujuan utama mengunci posisi tiga besar klasemen akhir multi-event olahraga terbesar se-Asia Tenggara tersebut.
Target ini disepakati seluruh cabang olahraga (cabor) sebagai pelecut motivasi untuk berjuang melampaui capaian minimum.
Baca Juga:TARGET PERAK: Skenario Taktis Indra Sjafri di SEA Games Thailand, Realitas Skuad Hybrid?Giliran Rizki Juniansyah Sabet Emas, Peringkat Indonesia di Olimpiade Paris 2024 Melambung
Kemenpora Ungkap Hasil Rapat Dinamis Tim Review
Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora RI, Surono, mengungkapkan bahwa target 80 medali emas yang disampaikan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir adalah produk akhir dari rapat alot dan dinamis bersama Tim Review.
Tim ini telah menyeleksi bertahap terhadap total 900 lebih atlet yang akan mengikuti 48 dari 51 cabor yang dipertandingkan.
”Proses review dengan segala dinamikanya berjalan dengan baik. Terjadi dialog yang kondusif untuk menjembatani keyakinan jumlah medali versi cabor, dengan hasil penilaian tim review yang mempertimbangkan secara kritis berbagai hal, termasuk kekuatan dari para negara pesaing,” ujar Deputi Surono, (Kamis lalu).
Ia menegaskan, kesepakatan target ini menunjukkan profesionalisme. “Hal ini menyebabkan cabor-cabor menerima dan sepakat dengan jumlah target medali hasil penilaian tim review. Ketika pemerintah telah menyampaikan angka target medali kepada publik, maka setiap PB cabor juga sepakat dengan target tersebut,” tegasnya.
Tim Review Kemenpora Turun Langsung ke Pelatnas
Target yang telah disepakati bersama ini lahir dari proses seleksi yang panjang dan transparan.
Anggota Tim Review, Del Asri, menjelaskan bahwa timnya tidak hanya mengandalkan data di atas meja. Namun turun langsung ke lapangan untuk memastikan yang diberangkatkan adalah atlet terbaik bangsa.
”Tim review datang langsung ke Pelatnas, berbicara dengan para pelatih dan atlet untuk mendengarkan keinginan mereka sekaligus menilai secara langsung bagaimana potensi setiap cabor untuk meraih medali,” kata Del Asri.
