CIREBONINSIDER.COM– Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menargetkan produksi perikanan masif sebesar 527.000 ton hingga akhir tahun 2025.
Target ambisius ini didasarkan pada realisasi yang sudah mencapai lebih dari 423.000 ton hingga triwulan ketiga tahun ini, serta sokongan infrastruktur berupa 6.074 armada kapal tangkap dan pemanfaatan lebih dari 23.000 hektare lahan budidaya.
Optimisme Berdasarkan Data Triwulan III
Kepala Diskanla Kabupaten Indramayu, Edi Umaedi, menjelaskan bahwa target total 527.000 ton tersebut terbagi jelas. Yaitu 179.000 ton dari perikanan tangkap dan 348.000 ton dari perikanan budidaya.
Baca Juga:Pemkab Indramayu 'Jemput Bola', Keruk Pelabuhan Dadap untuk Kejar Potensi Pusat Ekspor PerikananIndramayu Siap Revitalisasi Tambak Non Produktif di 5 Kecamatan Jadi Lahan Perikanan Modern
”Dengan melihat potensi yang ada dan tren positif realisasi hingga triwulan ketiga, kami sangat optimis target produksi tahun ini bisa tercapai,” kata Edi di Indramayu, Rabu (26/11).
Edi merinci, hingga triwulan ketiga, realisasi produksi perikanan Indramayu telah menunjukkan angka signifikan:
– Perikanan Tangkap: Telah mencapai 136.121,16 ton.
– Perikanan Budidaya: Mencatatkan 287.548,79 ton.
-Total realisasi sementara telah mencapai 423.670,95 ton.
Dua Pilar Kekuatan Indramayu: Tangkap dan Budidaya
Optimisme pencapaian target ini tidak lepas dari status Indramayu sebagai salah satu sentra perikanan terbesar di Jawa Barat yang memiliki sumber daya masif.
1. Sektor Perikanan Tangkap:Pilar utama sektor tangkap adalah ketersediaan sekitar 6.074 kapal berbagai ukuran yang aktif beroperasi. Jumlah armada ini menjadi modal krusial untuk mengejar sisa target sekitar 43.000 ton (179.000 ton – 136.121,16 ton) hingga akhir tahun.
2. Sektor Perikanan Budidaya:Sektor budidaya adalah penyumbang target terbesar dan ditopang oleh luasnya lahan serta komoditas unggulan:
– Air Payau: Memanfaatkan lahan tambak seluas 22.500 hektare. Komoditas unggulan meliputi udang windu, udang vaname, bandeng, dan rumput laut.
– Air Tawar: Menggunakan sekitar 560 hektare lahan. Fokus pada komoditas utama seperti lele, nila, dan gurami.
Baca Juga:Pemkab Indramayu Siap Kembangkan Potensi Ekonomi Baru: Budidaya Rumput LautStrategi Kuningan Genjot Produksi Ikan Budidaya Hingga 18 Ribu Ton, Tapi Terjegal Biaya Pakan Impor
Secara total, Diskanla tengah mengembangkan secara intensif tujuh komoditas utama dalam program budidaya.
Edi Umaedi menegaskan, dengan dukungan infrastruktur yang memadai — ribuan kapal, 23.000 hektare lahan, serta keragaman komoditas unggulan — Indramayu berkeyakinan sisa target produksi dapat dicapai sepenuhnya.
”Pencapaian target ini bukan hanya soal angka, tapi untuk memperkuat posisi Indramayu sebagai lumbung pangan laut dan perikanan nasional,” tutupnya.(*)
