EKONOMI Q3 2025: RI Tumbuh 5,04%, Menkeu Ungkap Efek Dana Rp276 T Jadi 'Doping' Optimisme

Menkeu-Purbaya-Yudhi-Sadewa
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: Screenshot/IG Purbaya Yudhi Sadewa

CIREBONINSIDER.COM– Kinerja perekonomian Indonesia mencatatkan lonjakan impresif dengan mencatat pertumbuhan sebesar 5,04% pada Triwulan III 2025, didukung oleh membaiknya konsumsi rumah tangga dan sektor manufaktur.

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudi Sadewa, mengklaim pertumbuhan ini sebagai momentum pembalikan arah. Kuncinya adalah langkah penempatan dana likuiditas sebesar total Rp276 triliun di sistem perbankan.

Pernyataan ini disampaikan Menkeu Purbaya dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi XI DPR RI, pada Kamis (27/11).

Baca Juga:Demi Target Ekonomi 8% Prabowo, KDM Sentil Keadilan Fiskal dan Desak PLN Buka Akses Pembayaran untuk BJBPemkab Indramayu Komitmen Jaga Stabilitas Ekonomi, Dukung Program 3 Juta Rumah

Kebijakan Moneter Proaktif Menjadi Kunci Utama Stimulus

​Menkeu Purbaya menjelaskan, lonjakan optimisme pasar tidak terlepas dari kebijakan fiskal dan moneter yang proaktif dari pemerintah. Langkah signifikan yang diambil adalah penempatan dana di sistem perbankan yang dilakukan secara bertahap.

​Pada September 2025, pemerintah menempatkan dana sebesar Rp200 triliun. Kemudian diikuti dengan penambahan likuiditas sebesar Rp76 triliun, sehingga total mencapai Rp276 triliun.

​Kebijakan injection money ini memiliki tujuan utama untuk meningkatkan likuiditas di sektor perbankan. Dengan likuiditas yang berlimpah, bank memiliki ruang yang lebih besar untuk menurunkan suku bunga pinjaman dan memberikan stimulus bagi sektor riil.

Ini diharapkan mampu mendorong kegiatan konsumsi dan investasi, serta memperkuat daya beli masyarakat.

​“Artinya atas dukungan Komisi XI dan restu Bapak Presiden untuk menaruh uang 200 triliun dan me-manage keuangan kita lebih baik, itu saja sudah bisa men-trigger pertumbuhan ekonomi dan membalik arah ekonomi kita, menimbulkan momentum pertumbuhan ekonomi yang baru,” tegas Menkeu Purbaya.

Keyakinan Konsumen dan Sektor Industri Melesat Tajam

​Dampak nyata dari stimulus kebijakan uang tersebut tercermin kuat pada dua indikator utama perekonomian:

1. ​Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Melonjak:

– ​Optimisme masyarakat terlihat dari kinerja sektor konsumsi yang terus membaik, di mana penjualan ritel mengalami kenaikan positif.

Baca Juga:ROSAN LIBATKAN MENKEU PURBAYA: Strategi Baru Indonesia di Meja Negosiasi Utang Whoosh ChinaMenkeu Purbaya Tolak Keras Legalisasi Thrifting Ilegal meski Pedagang Janji Bayar Pajak

– ​Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) terhadap kinerja pemerintah terus naik, mencapai level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir.

– ​Lonjakan signifikan IKK pada periode Oktober-November 2025 mencerminkan pembalikan optimisme dan keberlanjutan daya beli, didukung oleh pertumbuhan signifikan penjualan kendaraan bermotor sebagai indikasi kepercayaan konsumen terhadap stabilitas ekonomi.

0 Komentar