Garam Cirebon Berpotensi 90 Turunan Kimiawi, BP Rebana: Hilirisasi Harus Cepat Tarik Investor Global

Garam-Cirebon
BP Kawasan Rebana dan Pemkab Cirebon sepakat garam industri berkualitas tinggi sebagai sektor unggulan baru berpotensi menarik investasi global. Foto: Ilustrasi/Pixabay.com

​CIREBONINSIDER.COM – Badan Pengelola (BP) Kawasan Rebana dan Pemerintah Kabupaten Cirebon sepakat menjadikan garam industri berkualitas tinggi sebagai sektor unggulan baru yang berpotensi masif menarik investasi global.

Kualitas premium garam rakyat Cirebon yang selama ini belum tergarap maksimal dinilai memiliki prospek hingga 90 turunan kimiawi bernilai ekonomi tinggi di pasar internasional.

​Kepala BP Kawasan Rebana, Helmy Yahya, mengaku terkejut dengan fakta bahwa Kabupaten Cirebon memiliki produksi garam rakyat dengan mutu istimewa yang sangat dibutuhkan oleh banyak industri, namun belum banyak dikenal.

Baca Juga:Helmy Yahya Bawa Investor Rusia ke Sumedang, Klaim Jadi Gerbang Investasi Utama RebanaHelmy Yahya Pimpin Rebana, Percepat Ekonomi Jabar

​“Saya kaget Cirebon punya garam dengan mutu istimewa. Ini sebenarnya peluang besar untuk menarik investor,” kata Helmy usai menghadiri Cirebon Investment Summit 2025 di Cirebon, Kamis (27/11).

​Menurut Helmy, jika dikelola melalui hilirisasi yang tepat, sektor garam akan menjadi penggerak utama investasi, menciptakan lapangan kerja baru, dan memperkuat ekonomi masyarakat pesisir.

Ia berencana segera meninjau lokasi produksi untuk mendorong potensi ini masuk pengembangan Kawasan Rebana.

​Fokus Beralih ke Garam Industri Premium

​Penguatan sektor garam ini dipertegas oleh Kepala DPMPTSP Kabupaten Cirebon, Hilmy Rivai.

Ia menjelaskan bahwa arah investasi daerahnya kini bergerak signifikan menuju industri pengolahan garam yang tidak lagi sebatas garam konsumsi, melainkan garam industri dengan permintaan tinggi di pasar internasional.

​“Ada sejumlah investor yang tertarik untuk masuk ke sektor garam di Kabupaten Cirebon. Sebagian bahan baku dapat diserap langsung dari petani lokal,” ujar Hilmy.

​Saat ini, terdapat sekitar 19 turunan produk garam industri yang dibutuhkan pasar global, meliputi sektor makanan, farmasi, hingga kecantikan.

Baca Juga:Kualitas Kebijakan Publik Kota Cirebon Diakui Unggul Nasional, LAN RI Beri PenghargaanWawali Cirebon Tantang Komisioner KI Baru: Inovasi Wajib, Layanan Informasi Tak Boleh Berbelit-belit!

Hilmy optimistis, apabila pengembangan dilakukan lebih mendalam, komoditas turunan dari garam dapat mencapai hingga 90 produk kimiawi yang sangat bernilai ekonomi.

​“Yang penting kita mengolah garam sebaik-baiknya. Kalau itu tercapai, Cirebon akan kaya,” ucap dia.

​Tantangan Utama: Stabilitas Produksi dan Ketersediaan Infrastruktur

​Meskipun potensi garam Cirebon dinilai premium, data produksi menunjukkan adanya fluktuasi yang perlu distabilkan.

Produksi garam di Cirebon sempat melonjak tajam dari 7.925,88 ton pada 2022 menjadi 116.490,25 ton pada 2023. Namun, pada 2024, produksi kembali turun signifikan menjadi 34.832,9 ton.

0 Komentar