CIREBONINSIDER.COM – Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila melontarkan instruksi keras kepada jajarannya. Ia menegaskan bahwa pencapaian tidak boleh membuat Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) lengah dalam pengawasan lapangan.
Instruksi ini disampaikan meskipun Kabupaten Sumedang baru saja mencatat prestasi signifikan, yakni berhasil memangkas angka stunting sebesar 6,74 persen dari angka awal 17,1 persen, berdasarkan data SIGIZI Kesga.
Saat membuka Rapat Koordinasi TPPS Tingkat Kabupaten Sumedang Tahun 2025, Wabup Fajar menekankan bahwa penanganan stunting bukan sekadar hitung-hitungan di atas kertas.
Baca Juga:Wabup Sumedang: Ubi Cilembu Kunci Kedaulatan Pangan, Bukan BerasPasang Badan! Sumedang Siapkan LBH dan Konseling Khusus Guru
“Tahun ini turun, tapi masih banyak yang harus dibenahi. Penanganan stunting bukan hanya soal program, tapi soal kedisiplinan kita mengawal lapangan,” tegas Wabup Fajar di Gedung TP-PKK Sumedang.
Perintah Door-to-Door dan Data Real Time
Dalam rakor tersebut, Fajar secara spesifik menyoroti tingkat Camat dan Kepala Desa. Ia memerintahkan seluruh Camat untuk meningkatkan pengawasan secara drastis terhadap kepala desa agar lebih aktif memantau kondisi ibu hamil, bayi, dan balita di wilayah rawan stunting.
“Lakukan door to door. Jangan hanya menunggu laporan. Datangi rumah-rumah, lihat situasi nyata, dan pastikan tidak ada kasus stunting baru yang luput dari pantauan,” ujarnya.
Kedisiplinan lain yang ditekankan adalah soal data. Wabup Fajar meminta agar pembaruan data dilakukan secara real time.
Data yang aktual dan cepat adalah kunci agar intervensi gizi dan kesehatan dapat tepat sasaran, sehingga tidak ada kasus stunting yang terlewatkan.
Apresiasi dan Kunci Kolaborasi
Wabup Fajar Aldila juga memberikan apresiasi kepada anggota TPPS yang telah menjalankan tugas dengan baik. Menyebut mereka sebagai “orang-orang pilihan yang dipercaya untuk memastikan anak-anak Sumedang tumbuh kembang lebih baik.”
Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Sumedang, Aceng Solahudin Ahmad, membenarkan bahwa kunci keberhasilan Sumedang adalah kolaborasi lintas sektor.
Baca Juga:Sumedang Pamer Kekuatan EBT dari Jatigede ke Tampomas, Siap Jadi Lumbung Energi Bersih JabarIkon Baru Seni Budaya Sunda: Geoteater Rancakalong Sumedang Disiapkan Setara GWK Bali
“Capaian penurunan stunting tidak lepas dari kerja bersama semua pihak mulai dari pemerintah daerah, kecamatan, desa, hingga kader dan masyarakat,”ungkap Aceng.
