CIREBONINSIDER.COM– Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) resmi meneken Perjanjian Kerja Sama (PKS) strategis yang menandai percepatan pengembangan transportasi berbasis rel di Jawa Barat.
PKS ini menjadi landasan untuk mewujudkan dua program unggulan yang diumumkan Gubernur Dedi Mulyadi (KDM): peluncuran Kereta Kilat Pajajaran yang menjanjikan waktu tempuh Jakarta-Bandung hanya dalam satu jam, dan Kereta Api Wisata Jaka Lalana untuk memperkuat pariwisata jalur rel.
Penandatanganan PKS dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin, disaksikan oleh Wakil Menteri Perhubungan Suntana, Selasa (25/11/2025).
Baca Juga:Demi Target Ekonomi 8% Prabowo, KDM Sentil Keadilan Fiskal dan Desak PLN Buka Akses Pembayaran untuk BJBKlarifikasi KDM Usai ke BPK: Bantah Intervensi Kasda, Kini Tagih TKD Rp2,45 Triliun yang Tertunda
Kerja sama ini berfokus pada penguatan layanan, pengembangan infrastruktur, penataan kawasan stasiun, serta penyusunan kajian strategis perkeretaapian.
Gubernur Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM menegaskan bahwa PKS ini memberi ruang besar bagi percepatan program strategis di Jawa Barat, dengan fokus utama pada pemangkasan waktu tempuh antar-wilayah.
“Kereta Kilat Pajajaran akan memangkas waktu tempuh relatif sangat cepat, Gambir–Bandung menjadi sekitar satu setengah jam, bahkan dapat dipersingkat hingga satu jam,” ungkap KDM.
Layanan kecepatan tinggi ini direncanakan terhubung hingga wilayah Garut, Tasikmalaya, dan Banjar, yang dapat ditempuh dari Kota Bandung dalam waktu sekitar dua jam.
Infrastruktur Baru untuk Mobilitas dan Pariwisata
Selain Kereta Kilat Pajajaran, Pemprov Jabar dan PT KAI sepakat untuk memperkuat jaringan rel harian dan pariwisata:
– Pengembangan KA Listrik (KRL): Dukungan penuh diberikan terhadap pengembangan KRL Padalarang–Cicalengka sebagai upaya mengurangi kepadatan lalu lintas harian masyarakat.
– Pembangunan Jalur Baru: Dilakukan kajian strategis untuk pengembangan rute Nambo–Citayam guna peningkatan headway dan memperkuat jaringan rel di wilayah utara Jabar.
Baca Juga:Nyari Gawe Jaring 86.600 Pelamar dalam 2 Pekan, Gubernur KDM Sentil Pengusaha soal Transparansi DataKDM Gagas Rumah Rakyat, Berantas Kesenjangan dan Praktik Kotor Sektor Properti
– Kereta Api Wisata “Jaka Lalana”: Program ini akan memperkuat identitas layanan kereta api melalui pengembangan rute pariwisata Jakarta–Bogor–Sukabumi–Cianjur.
PKS ini juga memiliki dimensi ekonomi yang kuat, khususnya dalam mendukung sektor pertanian dan perdagangan.
Pemprov Jabar bersama PT KAI akan meluncurkan Kereta Api Tani Mukti, yaitu layanan angkutan hasil pertanian dan perdagangan dari wilayah Jabar.
