CIREBONINSIDER.COM– Industri Bank Perekonomian Rakyat (BPR) di wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan) mencatat kinerja impresif.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon mengumumkan aset BPR di wilayah ini telah melejit hingga mencapai Rp2,7 triliun per November 2025.
Pencapaian aset ini didorong oleh pertumbuhan penyaluran kredit yang sehat, terutama melalui program unggulan Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (K/PMR) yang berperan sebagai katalis utama.
Baca Juga:Perang Lawan Rentenir, OJK Tantang PUJK Sediakan Senjata Kredit Cepat dan Bunga Paling WajarOJK Permudah Akses Pembiayaan, UMKM Bisa Ajukan Pinjaman dengan Jaminan HAKI
Program “anti-rentenir” ini sukses menyalurkan outstanding Rp12,73 miliar kepada 940 pelaku usaha produktif, mayoritas adalah UMKM.
Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, menyebut K/PMR adalah strategi efektif yang memastikan sektor usaha kecil mendapat akses pembiayaan yang aman dan terhindar dari jeratan pinjaman ilegal.
“K/PMR ini kami dorong sebagai upaya memberikan akses pembiayaan yang lebih sehat agar pelaku UMKM tidak lagi bergantung pada rentenir.
Program ini terbukti mampu meningkatkan kapasitas usaha kecil, karena skema kredit yang lebih ringan dan pengawasannya cukup ketat,” kata Agus di Cirebon, Senin (24/11/2025).
Menurut Agus, pertumbuhan K/PMR berjalan sejalan dengan membaiknya kinerja industri BPR Ciayumajakuning secara keseluruhan selama periode Januari hingga November 2025.
Rincian Kinerja Moncer BPR Ciayumajakuning
Kinerja BPR di wilayah kerja OJK Cirebon menunjukkan penguatan yang sangat baik. Berikut adalah rincian indikator keuangan BPR yang mendorong kenaikan aset:
– Penyaluran Kredit BPR: Mengalami peningkatan 4,05% (year to date/ytd). Total kredit yang disalurkan mencapai Rp2,08 triliun.
Baca Juga:Ekonomi Digital Ciayumajakuning Melesat: Transaksi QRIS Tembus Rp5,5 Triliun di Agustus 2025Optimisme Pasar Modal Melonjak, Transaksi Saham di Ciayumajakuning Tembus Rp2,39 Triliun
– Aset BPR: Mencatat pertumbuhan 0,35% (ytd), dengan total nilai aset mencapai Rp2,7 triliun.
– Kualitas Pembiayaan: Kualitas pembiayaan juga meningkat sebesar 1,98% secara (ytd), mengindikasikan manajemen risiko yang baik.
Pencapaian ini diperkuat oleh lonjakan kepercayaan publik yang tercermin dari penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK). DPK tumbuh signifikan 12,73% (ytd), mencapai Rp2,46 triliun.
Kontribusi BPR Ciayumajakuning terhadap industri BPR di Jawa Barat juga patut diperhitungkan.
Porsi kredit mencapai 11,13% dari total penyaluran di Jawa Barat, sementara kontribusi DPK sebesar 14,24%, dan aset mencapai 10,74%.
OJK Perketat Anti-Fraud dan Lindungi Konsumen
Untuk memastikan pertumbuhan industri BPR berjalan sehat dan berkelanjutan, OJK Cirebon terus memperketat pengawasan dan perlindungan konsumen.
